DAKWAH KOMUNITAS LDK PWM JATIM


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (Jatim) mengembangkan dakwah komunitas untuk memasuki segmen-segmen kelompok sosial masyarakat. Dakwah ini membutuhkan pendekatan dan hubungan personal yang intensif agar pesan dakwah bisa diterima.

Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PW Muhammadiyah Jawa Timur, M Arifin, mengatakan dakwah berbasis komunitas merupakan pola baru.  Cara ini sebagai pendekatan untuk mencari strategi yang lebih relevan menghadapi berbagai komunitas yang berkembang di masyarakat sesuai dengan karakternya.

”Kita harus merumuskan model dakwah yang aktual melalui rapat koordinasi ini. Kita sharing untuk mentukan arah dakwah yang jelas dan bisa terlaksana sebagai follow up raker di Madiun waktu itu,” tuturnya, Rabu, (28/3).

Dakwah komunitas yang sudah ditangani LDK, sambungnya, seperti komunitas tempat pelacuran, anak jalanan, pecandu narkoba, dan masyarakat terasing. LDK sudah melakukan rihlah dakwah ke kota/kabupaten se Jawa Timur untuk berdakwah di komunitas itu. ”Para dai yang diturunkan merasa senang dan tertantang  karena bagi mereka dakwah komunitas itu sangat menarik,” ujarnya.

Rencananya, awal Mei menyambut Ramadan LDK Muhammadiyah Jatim akan mengadakan peningkatan kualitas dakwah khusus dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur sekaligus melakukan deklarasi dai khusus anti narkoba.

”Selain itu, tim LDK membuat kurikulum dai khusus sebagai panduan dakwah komunitas yang mencerahkan. Di penghujung tahun 2018  mengadakan Supercamp Dai Khusus dengan kemasan acara yang spesial yang super khusus,” tandasnya. (MC Diskominfo prov Jatim/non-luk/Vira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.