Etika Pergaulan Dalam Islam


Oleh : Koko Soesantho
           Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PWM Jatim

Materi ini disampaikan pada acara Darul Arqom SMA Muhammadiyah 1 KAPASAN, .pada hari Rabu, 21 April '21. 

Materi ini secara kontekstual berkaitan dengan generasi era milenial. Bahwa generasi era milenial ditandai dengan Gandrung atau tidak bisa lepas dari sarana kecanggihan teknologi komunikasi smart phone, yang menyediakan banyak fitur media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, YouTube dan tiktok sebagai sarana mengungkap identitas diri dimana generasi milenial sangat haus dengan pengakuan diri. 

Sebagai sarana komunikasi kemajuan era digital sebenarnya sah-sah saja atau sangat membantu manusia itu sendiri dalam menyelesaikan tantangan hidup. Namun demikian, sarana media sosial memiliki ekses negatif yang perlu diwaspadai oleh remaja Islam di era milenial ini, sebab faktanya banyak penyimpangan sosial yang marak seiiring dengan maraknya dunia medsos yang identik dengan generani milenial. 

Maraknya prostitusi online sebagai modus dari seks bebas, peredaran narkoba, penipuan, dan gaya hedonis serta mudahnya mengakses informasi/ situs porno, aborsi dll menjadikan remaja hari ini berada dalam keprihatian yang tinggi. 

Disini yang menjadi titik persoalan adalah pemahaman soal etika pergaulan dalam dunia medsos. Kesadaran etika disini adalah kapan harus bermedsos, apa yang sedang dilakukan dengan medsos, dan sejauh mana pengaruh medsos terhadap perilaku sehari-hari. 

Maka disinilah terlihat problem besar pada generasi milenial yang kemudian abai terhadap pengalaman dan penghayatan ajaran agama, seperti salah satunya sholat lima waktu. Sebagai seorang muslim tentunya masalah sholat lima waktu sangat mendasar dan prinsipil. 

Jika dikaitkan dengan hadits Nabi tentang 7 Golongan yang akan mendapatkan naungan Allah kelak di hari kiamat, yang secara umum bicara tentang pemuda atau seorang laki tumbuh dewasa dalam beragama, selalu dekat masjid, gemar berdzikir dan bersedekah bahkan mampu menolak ajakan untuk berzina. Bagaimana dengan generasi milenial sekarang? Rasanya patut untuk mendapat perhatian, sebab mereka sudah hampir jauh dari masjid. Dimana-mana masjid terlihat sepi dari generasi muda yang lebih banyak suka nongkrong di kafe atau warkop sambil bermedsos atau bermain game. 

Untuk menghindari terjebak dalam pergaulan yang hanya mementingkan kepuasan dan kesenangan lewat medsos. Mereka lupa waktu, tidak tahu prioritas dan gampang stress. Maka kami mengajak para generasi milenial untuk sadar agama, sadar beramal dan menghayati kembali dalam menjalankan agama, seperti sholat lima waktu yang khusus bagi laki-laki lebih sering ke masjid dan berlama-lama di masjid dari pada nongkrong di warkop tanpa tujuan yang jelas. 

Ini adalah kesadaran etika sebagai seorang beragama yang tidak mengabaikan dalam merawat hubungan batin dengan Tuhannya. Dengan menjadikan masjid sebagai tempat membangun komunikasi dengan Allah. Dengan merujuk pada surat Al-Hujurat ayat 11-12 (dimana orang-orang yang beriman dilarang mengolok-olok, menghina, berprasangka buruk, memberi gelar yang buruk pada orang dan menggunjing orang lain)  mudah-mudahan bisa mengendalikan remaja/pemuda milenial untuk mengendalikan diri dalam mengakses dunia internet dan mesdos sehingga jauh dari dosa dan kemungkaran-kemungkaran lainnya yang hanya akan merugikan dirinya dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.