FKPT JATIM MEMBERIKAN PENCERAHAN PADA HALAQOH PESANTREN TINGKAT NASIONAL

Para santri merupakan display dari Islam rahmatal lil 'alamin. Oleh karena itu santri harus bisa posisikan dirinya sebagai bagiaan dari komunitas yang toleran ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 


fkpt jatim menyampaikan pencerahan didepan peserta halaqoh

Santri memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pencegahan penyebaran faham radikalisme dan terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia. inilah yang disampaikan Ketua Bidang Agama Sosial dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (BNPT-FKPT ) Jawa Timur Muhammad Arifin, S.Ag, M.Ag di depan para peserta Halaqoh Nasional Santri di STAI At Tahdzib Jombang Jawa Timur pada hari Sabtu, 29 Mei 2021.

Santri menjadi pilar penting dalam konteks memahami perbedaan. Sebagai kelompok yang identik dengan pesantrensantri merupakan salah satu kelompok agamis dengan selalu membawa Islam sebagai agama rahmatallil'alamin, menghargai pluralisme sebagai upaya untuk meredam perkembangan faham radikalisme dan terorisme demi terwujudnya perdamaian yang abadi.

Pesan lain yang disampaikan oleh Kabid Agama Sosud FKPT Jatim yang juga alumni pondok pesantren Fathul Ulum Malang ini bahwa: seorang santri tidak boleh buta terhadap teknologi digital dimana dunia digital saat ini telah menjadi media yang dapat digunakan untuk segala kepentingan salah satunya untuk dakwah. 

Disadari atau tidak, perbedaan yang ada akan berpotensi pada perselisihan dan berbuntut pada gerakan-gerakan radikalisme. Dalam lingkup bangsa Indonesia, aksi radikalisme selalu disandingkan dengan agama. Dengan alasan jihad, kekerasan dianggap halal untuk dilakukan.

Perkembangan radikalisme di Indonesia tumbuh subur, bagaikan jamur di musim hujan. Radikalisme menemukan kenyamanan dalam melakukan gerakan-gerakan teror yang keluar dari nilai-nilai kemanusian

Melihat permasalah di atas, maka peran santri cukup penting dalam meluruskan konsep jihad yang sering disalah artikan sehingga menimbulkan perbedaan di dilingkungan komunitas agamis yang juga dapat menimbulkan ekstrimisme ditengah kehidupan bermasyarat dan bernegara.

Kita seringkali menyaksikanagama dan aliran di Indonesia menjadi hal yang begitu sensitif dalam kehidupan sosial masyarakat. Bahkan, karena perbedaan, agama atau aliran kerap kali menjadi pemicu awal terjadinya konflik dan kekerasan.

Lagi-lagi peran santri sangat dibutuhkan dalam membantu memahamkan perbedaan yang ada ditengah kehidupan bermasyarat, bernegara agar tidak ada lagi benturan-benturan yang mengakibatkan pada kurangnya keharmonisan dalam hidup berdampingan antar suku, agama dan ras yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Para santri merupakan display dari Islam rahmatal lil 'alamin. Oleh karena itu santri harus bisa posisikan dirinya sebagai bagiaan dari komunitas yang toleran ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.