JIKA RAMADHAN ITU KOMPETISI, SIAPA PEMENANGNYA ?

Kalau Ramadhan diibaratkan sebagai bulan kompetisi, maka kita yang harus jadi pemenangnya

Saat ceramah berlangsung 


Kalau Ramadhan diibaratkan sebagai bulan kompetisi, maka kita yang harus jadi pemenangnya. Inilah yang disampaikan oleh ketua lembaga dakwah khusus (LDK) Muhammadiyah Jatim dalam ceramahnya di Masjid Masjidillah Surabaya, 8 Mei 2021.

Ustad Muchamad Arifin dalam ceramahnya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan kompetisi dimana sepuluh hari pertama merupakan babak penyisihan, sepuluh hari kedua babak semi final sedangkan sepuluh hari ketiga merupakan babak final.

Apakah kalau sudah masuk final pasti dapat hadiah ? Belum tentu. Karena masih ada kritetia lainnya, yaitu harus dipenuhi sejak awal, yaitu " Imanan wahtisaban" yaitu memiliki dasar iman mengharap ridha Allah swt semata.

"Siapapun yang menjalankan puasa selama Ramadan karena keyakinan yang ikhlas dan berharap mendapatkan pahala dari Allah, maka semua dosanya di masa lalu akan diampuni," (HR Bukhari Muslim).

Hadits diatas sungguh sangat jelas bahwa kalau ingin mendapatkan hadiah ampunan, syaratnya adalah ikhlas dan mengharap ridha Allah swt.

Oleh karena itu yang selama ini puasa karena ada faktor lain seperti: ikut ikutan,  menghormati, toleransi dst supaya segera dialihkan niatnya murni karena Allah swt.

Semoga para pembaca tulisan ini segala amal ibadahnya, baik puasanya, shalat tarawihnya, zakatnya serya ibadah lainnya  dibulan Ramadhan ini diterima Allah swt. 

admin_ldkpwmjatim.


 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.