SAMBUT HANI: LDK INSTRUKSIKAN DAI CERAMAH TERKAIT BAHAYA NARKOBA


Para dai atau juru dakwah lainnya memiliki peran yang sangat strategis dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba mengingat para dai setiap saat selalu berhadapan dengan jamaahnya atau masyarakat luas.

 



Menyambut peringatan Hari Anti Narkotika Internadional  (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni  lembaga dakwah khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur mengintruksikan kepada pada dainya untuk menyampaikan pesan dalam ceramahnya agar menyampaikan seputar bahaya penyalajgunaan narkoba.

Kepada lensadakwah.com ketua LDK Muhammadiyah Jawa Timur ustad Muhammad Arifin menyampaikan bahwa kewajiban mengingatkan akan bahaya penyalahgunaan narkoba ditengah masyakat bukan hanya kewajiban para penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) atau kepolisian saja melainkan kewajiban kita bersama.

Para dai atau juru dakwah lainnya memiliki peran yang sangat strategis dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba mengingat para dai setiap saat selalu berhadapan dengan jamaahnya atau masyarakat luas.

Data ungkap kasius di tahun 2020 Polri menyita barang bukti 50,1 ton ganja, 5,53 ton sabu-sabu, 737.384 butir ekstasi, 41.765 gram heroin, 330 gram kokain, dan 104.321 gram tembakau gorila.

Dari kasus tersebut tercatat Polri telah menuntaskan 33.860 kasus narkoba dari 38.292 kasus pada tahun 2020 atau sebesar 88 persen penyelesaian perkara.

Kasus penyalahgunaan narkoba bukan hanya terjadi dilingkungan masyarakat atau komunitas tertentu,  tetapi narkoba sudah masuk disemua kalangan dan komunitas bahkan oknum penegak hukumpun sudah banyak yang terpapar. 

Kasus ditangkapnya 8 orang yang diduga sedang pesta narkoba di salah satu hotel di Surabaya pada Kamis (29/4/2021) pukul 03.00 WIB. Sebanyak 5 orang diantaranya adalah anggota Polri yang bertugas di Polrestabes merupakan bukti bahwa penyalahginaan narkoba juga sudah  menyasar para penegak hukum.

Jika kita perhatikan bahwa kasus kematian yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba lebih besar dari kasus-kasus lainnya termasuk teroris bahkan wabah covid 19. 

LDK Muhammadiyah Jawa Timur sejak berdirinya di tahun 2015 sudah konsen dan peduli terhadap masalah narkoba. Hal ini telah dibuktikan dengan melakukan bimtek dai khusus anti narkoba dengan tujuan mengenalkan para dainya akan bahaya penyalahgunaan narkoba serta memberikan bekal cara mengetes urien dan seterusnya.

Mari berjuang untuk selamatkan generasi dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Ini pesan ketua LDK Muhammadiyah Jatim ustad Arifin kepada lensadakwah.com. di hari HANI 2021.

Lensadakwah.com




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.