TAUBAT MENUJU AMPUNAN ALLAH SWT.

Kajian rutin setiap Rabu ba'da shubuh di masjid attaqwa pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad H. Nurcholis Huda selalu dipadati jamaah dengan tetap selalu tertip protokol kesehatan karena masa covid belum selesai.

 

Foto: Saat ustad Nurcholis Huda Menyampaikan Materi Kajian

Kajian kali ini Rabu, 30 Juni 2021 mengambil tema " Taubat dalam Pandangan Islam" dengan referensi kitab riyadhus solihin.

Ustad Nurcholis Huda dalam kajian tersebut menyampaikan bahwa bertaubat itu : 

1. Setiap dosa harus di hapus dengan taubat.

2. Harus menghentikan perbuatan dosa itu.

3. Menyesali perbuatannya

4. Sungguh- sungguh tidak akan mengulangi

5. Dosa yang hubungan dengan manusia maka harus mintak maaf dengan manusia.

Orang-orang yang di dunia baik ( shalat, zakat, puasa dst) tetapi ketika didunia sering menyakiti orang lain  maka di akhirat akan menjadi orang yang menghadap Allah dalam kondisi bangkrut.

Bangkut di sini ternyata bukan orang mengalami kerugian dalam bisnis dan perniagaan. Tetapi lebih dari itu, Rasulullah mengingatkan agar umatnya jangan sampai mengalami hal itu di hari kiamat.

Apabila seseorang mengalami bangkrut di hari kiamat, ia akan menjadi penghuni neraka yang pedih dan amat berat siksanya. Lalu, apa penyebab seseorang menjadi bangkrut di hari kiamat? Ternyata karena kezalimannya kepada orang lain. Semua amal saleh yang dilakukannya di dunia akan hilang lantaran perbuatan buruknya itu.

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan 'Ali bin Hujr keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far dari Al A'laa dari Bapaknya dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat: "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?"

Para sahabat menjawab: 'Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.'

Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan salat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.' (HR. Muslim No. 4678)
Jamaah sedang khusu' mendengarkan kajian rabu pagi

 

Kajian yang selalu diselipi dengan cerita-cerita penuh inspirasi membuat para jamaah senang untuk terus mengikutinya. 


lensadakwah.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.