KALAU BISA SENYUM KENAPA HARUS CEMBERUT

Senyum merupakan ciri kelembutan hati seseorang, lemah lembut perwujudan dari cahaya hidayah sunnah dalam realita kehidupan dan sangat dicintai oleh Allah swt. Senyum juga menjadi tanda mulianya akhlak seseorang. Akhlak yang mulia adalah amalan yang sangat berat timbangannya di sisi Allah.

Muchamad Arifin

 Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jatim


Kalau bisa senyum kenapa harus cemberut ? Bukankan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun tak pernah pelit menebar senyum? Beliau adalah sosok yang ramah dan selalu menebar senyum di tengah-tengah masyarakat.

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah SAW.” (HR. Tirmidzi).

Kalau kita sempat baca ditarikh, bahwa  Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam juga merupakan seorang suami yang penuh canda dan senyum dalam kehidupan rumah tangganya. Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, “Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir)

ada sebuah hadits yang diriwayatkan Ad-Dailamy, Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Hadits di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa kebaikan bisa kita lakukan dengan cara sederhana, sedekah itu tidak harus selalu kita lakukan dengan memberi sejumlah materi jika kita memang tidak punya apa-apa.

Rasulullah pernah bersabda, diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim, “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR. Muslim no 2626).

Salah satu diantara shahabat Nabi yang bernama Jarir bin Abdillah menceritakan, “Rasulullah tidak pernah melihatku sejak aku masuk islam, kecuali beliau tersenyum.” (Sahih, HR. Bukhari no. 250).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” (HR. al-Hakim (1/212).

Semoga dengan membaca tulisan ini menjadikan kita semua tidak pelit lagi dalam tersenyum. Salam senyum sapa dari lensadakwah.com.(admin:lensadakwah.com).

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.