MENANAM SAMPAI LANGIT

Situs The Woodland Trust, lembaga konservasi hutan terbesar di inggris mnyebutkan beberapa manfaat tumbuhan diantaranya, adalah : Tumbuhan sebagai penghasil oksigen yang merupakan bagian terpenting dari udara yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk kelangsungan hidupnya, juga sebagai penghasil makanan, yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan juga hewan. 
Drs. Rik Suhardi, S.Th.I

Keta Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah PDM Bangkalan

 Al-Qur’an juga memuat tentang manfaat besar tanaman bagi manusia dan binatang dalam kehidupan dunia ini dalam banyak ayat , diantaranya sebagaimana firman Allah :" Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu."  ( QS. Abasa : 24-32 )

Ayat ini berbecicara tentang sumber makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh manusia dan binatang. Ada beberapa fase yang dilalui sehingga manusia dan hewan mendapatkan makanan, mulai dari turunnya hujan yang membasahi bumi kemudian tanahnya terbelah, dan di disaat itu biji mulai tumbuh dan keluar. Dengan keluarnya biji-bijian dan buah-buahan dari tanaman serta rumput-rumputnan, maka manusia dan binatang bisa mengais rezeki darinya.

Didalam hadits ada banyak sekali anjuran untuk menanam diantaranya : ”Kendatipun hari kiamat akan terjadi, sementara di tangan salah seorang di antara kamu masih ada bibit pohon kurma, jika ia ingin hari kiamat tidak akan terjadi sebelum ia menanamnya, maka hendaklah ia menanamnya.“ ( HR. Ahmad  ).

Dari Anas bahwa Nabi bersabda: Seorang muslim yang menanam atau menabur benih, lalu ada sebagian yang dimakan oleh burung atau manusia, ataupun oleh binatang, niscaya semua itu akan menjadi sedekah baginya.“ (HR. Imam Bukhari ,Imam Muslim dan Imam Ahmad )

Kalau kita perhatikan secara seksama hadits tersebut sungguh luar biasa, karena tidak hanya berbicara soal pentingnya menanam tanaman atau tumbuhan , tetapi ada bagian yang sangat menarik saat berbicara soal buah atau hasil dari tanaman yang dimakan burung dan binatang yang lain atau bahkan sekalipun dicuri oleh manusia , buahnya atau hasilnya tetap bisa dipetik di akhirat sebagai simpanan pahala. Tidak ada satu pekerjaan – pun yang dilakukan dengan ikhlas yang tanpa mendapatkan balasan yang baik .  Sungguh ajaran islam ini sangatlah indah.

Dalam makna yang lebih luas, Al-Qur’an tidak hanya berbicara soal berkebun di dunia ini saja ,  tetapi  Al-Qur’an juga mengajarkan bagaimana cara bercocok tanam yang hasilnya nanti diketam di akhirat. Sebagaimana Firman Allah Subhaanahu wa ta’ala: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui " ( QS. Al-Baqoroh : 261)

Rupanya Al-Qur’an juga mengajarkan kepada manusia bahwa,  ada tanaman yang ditanam didunia  namun masa panennya nanti di negri akhirat. Kalau kita menanam jagung atau padi  di sawah dunia  bisa jadi tiga atau empat bulan kemudian kita petik hasilnya . Ada juga tanaman yang baru bisa kita nikmati hasilnya didunia ini dalam hitungan tahun atau bahkan puluhan tahun. Tetapi kalu yang kita tanam itu adalah benih-benih amal shalih , seperti infaq dan shodaqoh misalnya maka hasilnya bisa kita ketam sekali gus di dua negri yang berbeda, yakni negri dunia dan negri akhirat. Bahkan hasilnya akan jauh berkali-kali lipat. Sebagaimana juga dalam ayat yang lainnya Allah telah berfirman :ٌ

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat"  ( QS. Al-Baqoroh : 265 ).

Perumpamaan orang-orang yang beramal dengan ikhlas, yang hanya mencari ridho Allah maka pertumbuhan amal shalihnya akan senantiasa subur dan berkembang cepat . Orang yang beramal ikhlas seperti ini tidak membutuhkan daya dorong yang besar dari luar dirinya untuk melakukan amal shalih, karena dalam hatinya sudah ada power besar yang selalu menyala , yakni satu harapan saja “mardhotillah”, hanya berharap ridho Allah semata-mata, sehingga akan mudah sekali tumbuh amal-amal kebajikan .

Sebaliknya,  Al-Qur’an juga  banyak memberikan wawasan kepada orang-orang yang mau mengambil i’tibar melalui ayat-ayatnya, agar senantiasa berwaspada dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunia ini, jangan sampai mereka terlena dan mudah tertipu. karena  kelezataan serta bebagai macam kenikmatan dunia ini tidaklah kekal,  justru secara tiba-tiba akan sirna. .”(QS. Yunus : 24 ). Bahkan Allah  menyuruh  nabi Muhammad agar  memberikan perumpamaan kepada manusia tentang gambaran kehidupan melalui tanaman :

”Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( QS. Al-Kahfi : 45 ).

Al-Maragi mengatakan, “ karena indahnya kemudian sirna, maka dunia ini dimisalkan sebagi tumbauh-tumbuhan yang menghijau,rimbun, dan berbunga, lalu berubah menjadi kering kerontang, terhempas angin kekiri dan kekanan .

Oleh karenanya jangan sekali-kali penghuni dunia ini terpedaya dengannya, dan jangan sekali-kali orang yang berharta banyak, membanggakan hartanya, sombong,  serta riya’ dengan hartanya .  Jangan membangga-banggakan pemberiannya kepada orang lain dan menyakiti hatinya .  Karena harta itu sebenarnya adalah bayang-bayang yang mudah terhemapas dan akan sirna . Al-Qur’an mengingatkan : 

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya” ( QS. Al-Baqoroh : 266 )

Begitulah dunia maka mulailah menanam dengan beraneka tanaman yang baik dan indah, yang mengsilkan dan   bermanfaat bagi semuanya .  Tetapi jangan-lah mudah terlena dan lalai dengan asyiknya kehidupan dunia . Menanam-lah juga bersama serangkaian amal-amal shalih semampu dan selama masih ada masa menanam sampai ke langit , agar bisa diketam di negri akhirat yang kekal.

lensadakwah.com

"Media Pencerah Umat"



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.