MENJADI PRIBADI YANG MERDEKA

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya_” ( QS. Al-Jaatsiyah : 13 )

Orang yang menghambakan diri, dan hanya beribadah kepada Allah saja, maka dia akan menjadi pribadi yang bebas  merdeka . Ia akan terbebas dari segala macam bentuk tekanan jiwa, sebab dia bekerja , berbuat dan beramal hanya dengan niat lillah, hanya untuk Allah ,sehingga  dirinya tidak merasa terbebani dan merasa ditekan oleh siapapun dalam melakukan sesuatu. 

Dr. Umar Al-Asyqar dalam bukunya “Ikhlas memurnikan niat meraih rahmat” mengatakan,  bahwa menyembah Allah merupakan satu bentuk pembebasan yang paling tinggi dan paling sempurna. Menyembah Allah jika dilakukan dengan benar , yakni upaya pembebasan dari kekuasaan dan penghambaan kepada makhluk , pasti akan membuat seorang muslim memandang semua yang ada di dunia dengan pandangan sang pemilik kekuasaan. Ia akan menyadari bahwa Allah menciptakan dan menundukkan seluruh makhluk untuk kepentingan manusia, sebagaimana firman-Nya :

_Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya_” ( QS. Al-Jaatsiyah : 13 )

Selanjutnya dikatakan bahwa, Menyembah Allah juga merupakan pembebasan dari nafsu, berhala paling jahat yang disembah manusia , Allah berfirmanNya:

" _Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya_"  ( QS. Al-Jaatsiyah : 23 ).

Tidak jarang hawa nafsu menjadi tuhan dan menguasai jiwa seseorang. Orang yang dikuasai dan diperbudak oleh hawa nafsu , akan melakukan apa saja yang menjadi suruhan hawa nafsunya, karena ia telah tunduk dan dijajah oleh hawa nafsunya. 

Islam memandang ketundukan kepada nafsu yang mengajak kepada dosa dan perbuatan haram ini sebagai suatu bentuk penghambaan. Sementara menjaga diri dari ajakan hawa nafsu untuk berbuat haram walaupun sebenarnya sangat kita sukai dan inginkan dipandang sebagai suatu upaya pembebasan sejati, sebab walaupun dari satu sisi kebebasan kita terikat , karena harus meninggalkan apa yang kita hasrati , namun disisi lain kita benar-benar terbebas dari kendali nafsu.

Seorang hamba dengan hanya beribadah kepada Allah saja akan memiliki rasa percaya diri yang kuat , jiwa yang  merdeka,  jauh dari ketergantungan kepada makhluk, tiadak mudah cemas , tidak gampang bersedih tidak mudah khawatir. Ia akan senantiasa berjiwa besar dan senantiasa optimis karena hidupnya diserahkan secara total kepada Allah Subhaanahu wata’ala. Seluruh bebeban berat hidup yang disandangnya akan menjadi ringan dan santai , karena beban itu seluruhnya ia ditambatkan hanya kepada Allah Subhaanahu wata’ala semata. 

Seorang hamba yang hanya beribadah kepada Allah akan senantiasa bertawakkal kepada Allah, semua urusannya setelah di-ikhtiyari sepenuhnya  diserahkan dan di wakilkan kepada Allah. sehingga tidak satu grampun menempel bobot gelisah sedih dan khawatir dalam jiwanya , karena ia telah menjadikan Allah sebabagai satu satunya tempat mengadu dan bergantungnya (الله الصمد) segala persoalan dan bebeban berat yang dipikulnya.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.