LDK MUHAMMADIYAH JATIM SIAPKAN DAI CAKAP DIGITAL

Pasca diselenggarakannya peluncuran dai agen perdamaian LDK akan selenggarakan pembekalan pada dai tersebut  dengan ketrampilan penggunakan media digital  (Cakap Digital).

Pasca diselenggarakannya Peluncuran 1000 Dai Agen Perdamaian oleh Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur pada hari Sabtu, 4 Sepetember 2021yang diikuti oleh 1907 dai dari berbagai daerah se-Indonesia, maka dalam waktu dekat dilanjutkan dengan pembekalan bagi pada dai tersebut dengan ketrampilan menggunakan media digital sebagai media dakwah (Cakap Digital).

Disampaikan kepada lensadakwah.com oleh ketua LDK Muhammadiyah Jatim ustad Muchamad Arifin bahwa para peserta yang baru saja mengikuti acara peluncuran dai agen perdamaian akan mendapatkan bimbingan teknis pemanfaatkan media digital sebagai media dakwah, yaitu dengan cara memilih group media sosial yang telah ditawarkan.

Kenapa bimtek pemanfaatan media dakwah digital sebagai pilihan pasca peluncuran program dai perdamaian ini ? karena di era pandemi covid ini yang paling cocok ya bimtek pemanfaatan media digital. Dalam program ini LDK Muhammadiyah Jatim akan menyediakan tutor-tutor yang sudah memiliki keahlian dibidangnya.


Alasan lainnya bahwa dalam dakwah humanis perlu masuk ke wilayah digital. Dakwah tidak cukup dengan mengembangkan kajian di masjid. Namun, perlu masuk dan memberi warna sekaligus mempengaruhi perilaku masyarakat. Dakwah digital menjadi tantangan sekaligus peluang. Artinya, model dakwah ini perlu membaca dan memahami kecenderungan keberagamaan generasi. Pasalnya, setiap generasi memiliki corak keberagamaan yang unik.

Misalnya saja generasi milenial yang selalu dekat dengan internet tentu berbeda dengan zaman generasi X dan Y. Model keberagamaan yang berbeda membutuhkan alat dakwah yang berbeda. Dakwah model lama dengan bertemu dalam lingkungan terbatas akan tergeser oleh model dakwah digital.

Dakwah digital yaitu model pengajaran Islam melalui media. Model dakwah ini dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal itu sesuai dengan karakteristik masyarakat milenial yang sangat akrab dengan gawai (gadget). Mereka mengakses internet hampir setiap saat.

Sesuai dengan ayat Alquran yangyang seringkali kita dengar bahwa, “berdakwah dengan bahasa kaumnya” selain bermakna secara tekstual tentu ada makna lain yang bisa terus dikontekskan dan menjadi inovasi sesuai dengan kebutuhan jaman, yaitu zaman digital.

Seiring perkembangan zaman, akhirnya Alqur’an sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa agar setiap orang bisa mengerti apa yang terkandung di dalamnya. Bahkan di era millennial sekarang dengan kemudahan akses informasi melalui internet, dengan mudah kita mengetahui terjemah Alqur’an dalam berbagai bahasa bahkan lengkap dengan segala tafsirnya.

Berevolusinya internet menjadi sumber rujukan utama khususnya untuk kids jaman now dalam mengetahui makna Alqur’an, harus ditangkap oleh para dai. Misalnya keprihatinan karena sudah berkurangnya budaya menjaga silsilah keilmuan dalam mempelajari Alqur’an, sehingga sekarang banyak orang yang dengan mudahnya menyalahkan pendapat saudaranya yang sesama muslim pada hal-hal yang menurut penulis bukan hal yang bersifat subtantif, karena korban dari kemudahan mengakses penjelasan Alqur’an dari internet.

Menurut data dari salah satu artikel menyebutkan bahwa orang Indonesia rata-rata menghabiskan waktunya untuk menggunakan gadget selama 5,5 jam/hari, waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan data minat membaca orang Indonesia yang sangat jauh sekali perbedaannya. bahkan dalam komunikasi sehari-hari pun bisa dikatakan sekarang kita sudah menggunakan bahasa digital, melalui chat di social media, foto, video, ataupun electronic mail.

Kondisi seperti ini bukan saatnya untuk menyalahkan perkembangan jaman atau dengan menyebarkan slogan-slogan anti internet dan teknologi. Para dai justru harus beradaptasi dengan kondisi semacam ini dan menjadikan fenomena ini menjadi sarana dakwah dan ladang pahala.

Literasi diataslah yang menjadikan kami para tim LDK Muhammadiyah Jawa Timur pasca acara peluncuran dai agen perdamaian menyelenggarakan bimtek pemanfaatan media digital sebagai media dakwah.

admin_arifin










Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.