LDK PDM SURABAYA: MENJADI DAI PERDAMAIAN ITU HARGA MATI

Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. QS. Al Anfal: 61

Habibullah Al Irsyad, MPdI

Ketua LDK Muhamadiyah Kota Surabaya

Pada hari Sabtu tanggal 04 September 2021 Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur akan melaksanakan peluncuran 1000 Da'i agen perdamaian.

Jangan lewatkan gabung di acara ini sabtu, 4 September 2021

Da'i Agen Perdamaian ini merupakan program dari Lembaga Dakwah Khusus Jawa Timur untuk para Da'i atau Da'iyah agar memiliki kepribadian yang kuat dalam beramal dan berjuang untuk menggapai kedamaian serta kesejahteraan umat dan bangsa sesuai dengan pesan Allah Subhaanahuu Wata'ala dalam surat Al Anfal ayat 61 tersebut.

Bagi Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, program peluncuran 1.000 Da'i agen perdamaian merupakan harga mati bagi seorang Da'i, bagi LDK PWM Jawa Timur ini sebuah inovasi baru yang berkemajuan ditengah pandemi COVID-19 yang awal bulan September 2021 ini juga belum berakhir.

"Alhamdulillah, sejak awal dibuka pendaftaran untuk Da'i dan Da'iyah melalui aplikasi yang dibuat oleh LDK PWM Jawa Timur, mereka begitu antusias mendaftar, sehingga sampai dua hari sebelum hari pelaksanaan kegiatan tersebut yang mendaftar sudah 1.800 orang," kata Ketua LDK PDM Kota Surabaya Habibullah Al Irsyad.

Habibullah Al Irsyad mengatakan, sebagai manusia yang diciptakan Allah sebagai khalifah di muka bumi maka tugasnya adalah menjadi manusia terbaik dan menjadi agen perubahan dan perdamaian.

"Dalam pandangan Islam, kita dan kehidupan ini sesungguhnya merupakan obyek pokok dalam hidup pengabdian kepada Allah. Sebagai manusia, kita adalah makhluk berpribadi. Namun pribadi kita tidak akan mempunyai arti dan nilai hidup apa-apa apabila hidup hanya sendiri-sendiri," katanya.

"Menjadi agen perdamaian sesungguhnya adalah sunatullah dan berfungsi untuk memberi nilai yang sebenar-benarnya bagi kehidupan kita sendiri. Untuk itu diperlukan kesadaran setiap diri untuk berlaku tertib, baik secara pribadi maupun dalam hidup bersama, agar mampu mewujudkan kehidupan yang baik, bahagia, dan sejahtera," tutur ustad yang juga ketua Majelis Pembina Sosial (MPS) Muhammadiyah Kenjeran Surabaya.

Rasulullah, kata dia, mengajarkan kepada manusia agar menjadi manusia yang bisa dan mampu berbuat baik dan bermanfaat kepada manusia yang lain. "Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam menyampaikan bahwa Khairunnas Anfa'uhum Linnas sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Maka kemudian sungguh sangat naif dan rugi jika manusia suka membuat kerusakan hati, jiwa ataupun alam semesta," tambahnya.

"Kami berharap pelaksanaan kegiatan Peluncuran 1.000 Da'i agen perdamaian bisa sukses dan bermanfaat sehingga para Da'i dan Da'iyah tidak di cap sebagai teroris oleh orang-orang yang tidak suka terhadap mereka dan agamanya," pungkasnya. 

admin_arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.