MENUJU HATI YANG DAMAI

Ketika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, maka kita akan bisa berdamai dengan dunia


M.Khoirul Anam 

Wakil Sekretaris LDK PWM Jatim


Pada zaman ini. Banyak permasalahan yang di hadapi oleh setiap manusia, dan secara khusus kaum muslimin, baik berkaitan dengan lahir, batin ataupun kejiwaan. Dari sinilah muncul berbagai ragam usaha untuk mengatasi problematika hidupnya. Tujuan utamanya adalah ingin mendapatkan kepuasan Jiwa, ketentraman hidup dan kedamaian hati.

Memang di zaman modern yang sangat ramai ini, tidak mudah menemukan ketenangan. Tetapi itulah tantangan kita. Ketika kita mampu menenangkan diri dan menentramkan jiwa di tengah kekacauan atau situasi yang ramai, itu berarti hati kita bisa tertata dengan baik. memang tidak mudah di saat suasana ramai, kacau yang larut didalamnya. Mungkin kita mala ikut menjadi kacau, pusing bahkan bisa menyulut hawa amarah. Nah saat itulah kita akan mudah terhasut dan termakan isu-isu negatif yang memancing kemarahan kita. Karenananya mari kita berusaha menjaga hati dan pikiran kita sendiri agar selalu tenang dan damai, sehingga kebahagiaan akan kita miliki selamanya.

Kadang kita tidak menyadari maknanya kedamaian atau tentramnya hati kita. Kita kadang merasa bahagia dengan keluarga kita, pasangan kita. Namun disisi lain kita juga pernah mendapat masalah. Dari sinilah lahir yang namanya gelisah, tidak nyaman, muncul kesedian, hadirnya kesakitan dll. Memang hidup di dunia kebahagiaan itu tak akan abadi, lika-liku hidup tak selamanya menyenangkan. Ada saatnya kesulitan dan ketidak nyamanan mampir dalam kehidupan kita. Dan memang itulah romantika hidup di dunia.

Kedamaian hati merupakan suatu hal yang paling penting dalam kehidupan kita. Apalagi dalam suatu hubungan. Baik itu dengan keluarga, sahabat, rekan kerja. Bagaimana caranya kita mendapatkan kedamaian itu?

Pertama, Berdzikirzikir. Allah SWT yang maha penyang telah memberi solusi kepada para hamba-hambanya untuk menggapai kedamaian hati yakni dengan memperbanyak berdzikir kepadanya baik dengan  lisan, hati atau anggota badan. “Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram Ar rad : 28. Jadikan hati kita menjadi damai, agar kita bisa membahagiakan diri kita sendiri dan membahagikan orang lain.

Kedua, Bersyukur. marilah kita berupaya menjadi hamba yang bersyukur, apapun yang diberikan oleh Allah SWT kita terima dengan lapang dada. Ketika kebaikan, kemujuran hadir dalam dunia kita kita berucap syukur di iringi ketaatan kepadanya. Ketika datang kejelekan, keburukan mewarnai kehidupan kita, mari kita berlapang dada. Mungkin itu yang terbaik untuk kita. Dan yang jelas pasti ada hikmah dibalik kejadian itu. jadi mari kita berkhusnudlon dan berdoa kepadanya karena Allahlah yang membolak-balikkan hati manusia.

Ketiga, Berbenah diri. Banyak di antara kita yang tidak sadar bahwa kedamian hati itu ada pada diri kita. Kitalah yang menciptakan kedamaian itu. Dengan kedamaian hati maka kita akan selalu tenang dimanapun kita berada. Hanya hati yang damai yang bisa memberi ketenangan dalam kondiisi apapun. Karena itu mari kita berbenah diri agar kedamaian hati itu bersemi dalam sanubari kita. 

Kedamaian hati adalah dambaan setiap jiwa. Ketika hati seseorang terasa tenang dan damai, maka jiwanya akan melayang tinggi ke angkasa melintasi awan putih, lalu rebah di atasnya dg penuh rasa bahagia. Dadanyan terasa lega dan longgar tanpa ada beban sama sekali, alangkah bahagianya si pemilik hati yang tentram dan damai. Semoga itu menjadi milik kita. 

admin_arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.