MODERASI BERAGAMA CARA STRATEGIS PUTUS JARINGAN RADIKAL TERORIS

Moderasi beragama merupakan cara strategis memutus jaringan radikal- teroris. Inilah yang disampaikan Muchamad Arifin Kabid Agama Sosial dan Budaya BNPT-FKPT Jatim.


Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur selenggarakan identifikasi dan deteksi dini aliran faham keagamaan di Surabaya pada hari  Kamis, 28 Oktober 2021.

Acara yang dikemas dalam Focus Group Discussion ( FGD) ini diikuti oleh beberapa unsur intansi, yaitu: Kementrian agama, para penyuluh agama Islam bidang radikalisme,  Majelis Ulama' Indonesia,  Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme,  Kepala KUA Kecamatan yang terindikasi faham radikal dan terorisme, Bhabinsa Koramil, Bhabin Kamtibmas Polsek setempat serta perwakilan tokoh agama lainnya.

Acara yang dipimpin oleh Ummu Hanum Choiriyah dari Seksi Bina Paham Keagamaan dan Kepustakaan Islam Bidang Urusan Agama Kanwil Kemenag Provinsi Jatim berjalan cukun kondusif sejak dibuka pukup 08.30 hingga ditutupnya acara pukul 12.00.


Drs. H. Moch. Amin Mahfud, M. Pd.I. dalam sambutannya selain mengucapkan terimakasih kepada para peserta juga mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat mengukuti acara ini dengan sungguh-sungguh menginngat pentingnya acara FGD yang kita selenggarakan hari ini.

Latar belakang diselenggarakanya kegiatan FGD ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi para peserta yang hadir untuk dapat diteruskan ketengah-tengah masyarakat agar terhidar dari   faham kekirian yang dapat menimbulkan keresahan ditengah kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan beragama ditengah kebinekaan.

Sementara itu Kabid Agama Sosial dan Budaya BNPT-FKPT Jawa Timur Muchamad Arifin sebagai narasumber dalam acara tersebut menyampaikan akan pentingnya kita semua menjaga persatuan dan persatuan ditengah kehidupan yang penuh keberagaman dan kebinekaan ini. 

Faham radikalisme itu berkembang dari pemikiran yang negatif ( intoleran). Dan berawal dari intoleran inilah muncul faham radikaliame yang akhirnya berujung gerakan terorisme.

Jadi alurnya adalah : Intoleran-Radikal-Teroris. Oleh karena itu kita harus bisa memutus jaringan tersebut agar tidak berujung pada teroris.

Kabid agama sosbud BNPT-FKPT Jatim yang juga sebagai ketua tim moderasi beragama di Jatim ini dalam paparannya menyampaikan bahwa gerakan  penyebaran faham radikal ini lebih banyak menggunakan media online. 

Oleh karena itu mari kita manfaatkan media online yang ada ini sebagai media menyebar kebaikan. Kita semua harus mampu memanfaatkan media online untuk penyebar konten-konten positif. 

salah satu upaya untuk memutus penyebaran faham radikal ini diantaranya dengan mensosialisasikan moderasi beragama yang dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungam pendidikan, tempat ibadah dan seterusnya. 

admin_arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.