ROKOK PINTU MASUK NARKOBA


Rokok bagian dari bahan adiktif yang dapat membikin penggunanya kecanduan

Foto bersama pasca acara

Rokok bagian dari bahan adiktif yang dapat membikin penggunanya kecanduan. inilah yang disampaikan Muchamad Arifin Ketua Biro Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Komnas Pendidikan Provinsi Jawa Timur didepan Pengurus ibu-ibu PKK se-Kabupaten Pasuruan. 

Acara Sosialisasi Peraturan Perudang-Undangan dibidang cukai tahun anggara 2021 bagi organisasi kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pasuruan pada tanggal 20-21 ini diikuti oleh seratus peserta dari utusan pengurus PKK se-kabupaten Pasuruan.

Kepada para peserta Muchamad Arifin  yang pernah mendapatkan predikat sebagai penyluh narkoba terbaik tingkat nasional ini menyampaikan bahwa  untuk mencegah jangan sampai rokok menjadi pintu gerbang menuju narkoba, pemerintah harus tegas membatasi konsumsinya. 

Salah satunya dengan larangan iklan dan sponsor rokok. Sebab, iklan dan sponsor sangat mempengaruhi keinginan seseorang untuk mulai merokok. “Selain itu, harga rokok dinaikkan signifikan, sehingga anak dan remaja tidak mampu membelinya dengan uang saku yang terbatas.

Merokok tidak selalu pemakai narkoba, sebaliknya pemakai narkoba belum tentu perokok. Namun sudah seharusnya bagi orang tua tidak memberikan kesempatan pada putra-putinya untuk merokok. 


Saat acara berlangsung

Lebih lanjut Kabiro P4GN Komnasdik Jatim yang juga Kabid Agama Sosbud Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (BNPT-FKPT) Jatim ini menyampaikan bahwa  rokok merupakan narkoba termurah dan dijual bebas. Dalam satu batang rokok mengandung 4.000 macam zat kimia. Sesungguhnya rokok itu memiliki sifat utama layaknya narkoba yaitu habituasi, adiksi, dan toleransi.

Dalam pantauan lensadakwah.com pemateri dalam paparannya  lebih banyak menggunakan vidio visual sehingga para peserta yang terdiri dari ibu-ibu sangat senang mengikutinya.

Pemateri yang pernah dinobatkan sebagai pemateri terbaik tingkat nasional ini menyampaikan materinya dengan sangat sistematis dan diiringi dalil-dalil agama sehingga semakin menjadikan yakin dan mantap bagi peserta menyimaknya.

Gambaran modus operandi peredaran narkoba di Indonesia yang disampaikan oleh pemateri  menjadikan ibu-ibu yang hadir semakin gregetan terhadap peredaran narkoba yang ada dinegeri yang sangat agamis ini.

Dalam forum tanya jawab sebagaian ibu-ibu PKK ini menginginkan acara sosialisasi seperti ini jangan hanya berhenti disini melainkan harus diteruskan sampai kepelosok desa biar semua tahu dan tidak menganggap enteng masalah narkoba.

admin_arifin











1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.