SHOW MUST GO ON PCM KENJERAN


Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Surabaya nglaunching MBS SMPM 15 Surabaya yang berdiri di kawasan padat penduduk jalan Platuk nomor 104 Surabaya.


Prof.Drs.Agus Purwanto M.Sc, D.Sc.

Ini merupakan peristiwa yang sangat  istimewa menurut Prof. Agus Purwanto, M.Sc, D. Sc GuruBesar  ITS Surabaya pada saat acara digelar, Ahad 31 Oktober 2021. 


Biasanya pesantren itu dibangun di daerah terpisah atau jauh dari penduduk sepi. Para santri hanya berinteraksi dengan sesama santri tapi lain dengan ini, ungkapnya.


Dalam FB-nya ustad Purwanto berkomen karena diundang saya hadir dan memberi taushiyah. saya menyemangati agar niat baik ini benarr terwujud sembari memberi saran agar selain berisi kelas Tahfidz juga ada kelas bahasa Arab.  benar fokus mengajarkan bahasa Arab agar mampu membaca kitab, hafal Al-Qur'an itu baik akan lebih baik lagi jika mampu berbahasa Arab, baik aktif maupun pasif, baik bicara maupun membaca kitab.

Saat ustad agus Purwanto memberikan tausiyah

Dibalik itu semua ada satu hal yg menurutku luar biasa bahkan mungkin gila_kegilaan khas Muhammadiyah. Dengan jumlah warga atau pimpinan - kulihat dari yg hadir- yg tidak seberapa baik jumlah maupun kemampuan finansial nya mereka nekad merealisasi MBS atau pesantren Muhammadiyah mereka akan bebaskan lahan seluas 200m2 yg senilai 1,8M. 

Demiterwujudnya itu semua mereka akan kumpulkan dana entah dari mana yang mengingatkanku saat akan ngumpulkan dana untuk Trensains sekian belas bahkan sekian puluh M. Tapi tidak tahu mau ngumpulkan dari mana kegilaan Muhammadiyah ini juga mengingatkanku pada masyarakat Jepang banyak orang Jepang tinggal di apartemen dan tidak punya rumah mereka hidup sekedarnya tetapi fasilitas umum di Jepang seperti sekolah dan perkantoran lainnya sangat lengkap dan mewah. 

Misalnya TK lembaga pendidikan terendah, selain mempunyai gedung lengkap juga halaman luas untuk bermain dan menanam ubi jalar sedangkan SD mempunyai lapangan untuk olahraga dan area yg siap mjd kolam renang di musim panas. TK SD jg mempunyai gedung untuk panggung seni ...semacam gedung teater.

tetapi rumahh gurunya berdesakan di apartemen-apartemen itu mirip dengan (warga dan pimpinan) Muhammadiyah, terus mencari dana dan membangun meski dirinya sendiri mungkin belum punya rumah, bahkan kadang ironis alias keblasuk bisa membangun sekolah megah dan mahal hingga dirinya sendiri tidak bisa menyekolahkan anaknya sendiri di sekolah ini.

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Muhammadiyah Boarding School SMPM 15 Surabaya kita mulai.


Tulisan ini dikutip oleh lensadakwah.com dari FB ustad Agus Purwanto.

admin_arifin





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.