BERFIKIRLAH APA YANG DICIPTAKAN DAN JANGAN BERFIKIR ZAT YANG MENCIPTAKAN

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. QS. Ali Imran:190

Dalam kajian Rabu pagi ini 24 November 2021 di Masjid at-Taqwa Pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda masih menyampaikan lanjutan kajian sebelumnya, yaitu seputar akhlak dengan referensi kitab Riyadushshalihin.


Ustad Nurcholis Huda

Dalam pantauan lensadakwah.com tema yang diangkat adalah seputar kewajiban memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan memikirkan makhluk ciptanNya. 

Kepada para jamaah kajian ustad Nurcholis Huda mengajak untuk menggunakan akal fikiran kita secara maksimal dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaanNya yang telah diciptakan, baik yang ada didaratan maupun yang ada dilautan. Mari kita perhatikan ayat Allah dibawah ini:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakanDan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? QS. Al Ghosyiyah:17-20


Kali kesekian ustad Nurcholis Huda mengajak para jamaah yang hadir untuk senantiasa menggunakan akal fikirannya merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai bukti tanda kebesaranNya. 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imran: 190-191.

(Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi) dan keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya (serta pergantian malam dan siang) dengan datang dan pergi serta bertambah dan berkurang (menjadi tanda-tanda) atau bukti-bukti atas kekuasaan Allah swt. (bagi orang-orang yang berakal) artinya yang mempergunakan pikiran mereka. 

Kita semua pasti ada yang ingin tahu bagaimana cara menjadi hamba yang paling dekat dengan Sang Maha Kuasa ? Mari kita simak ayat dibawah ini dengan baik:

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.QS. Al A'raf:205

Hai manusia kecilkan suaramu, sebab kamu tidak berdoa (menyeru) kepada orang yang tuli dan jauh. Melainkan kamu menyeru kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat Dia bersamamu. HR.Muslim.

Hadits diatas mengajarkan kepada kita semua sebagai hamnyaNya sebuah etika dalam berdoa kepada Sang Maha Mendengar. Semoga tulisan ini mampu mengantarkan para pembaca menjadi hamba yang terbaik dihadapanNya.

 admin_arifin

1 komentar:

  1. Alhamdulillaah...semoga bisa istikomah,sehat selalu Ust Nur,sll dlm lindungan Allaah swt

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.