POTRET ORANG YANG TAWAKKAL

Orang bisa memiliki tawakal kalau dia memiliki keyakinan yang kokoh, sedangkan tawakal yg kuat hanya tumbuh dari iman yang kuat


Ustad. Nurcholis Huda

Kajian rutin Rabu ba'da shubuh hari ini 10 November 2021 di Masjid at Taqwa Pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda masih melanjutkan kajian Seputar Akhlak dengan referensi kitab Riyadushshalihin. Tema yang diambil adalah Yakin & Tawakkal.

Ustad Nurcholis Huda mengawali kajian pagi ini dengan membacakan ayat 173-174 dari QS Ali Imran: 

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". QS. Ali Imran: 173

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. QS. Ali Imran:174.

 Suasana Kajian Ba'da Shubuh


Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Tatkala perang, hendaknya kalian mewaspadai anasir musuh yang menyusupkan propaganda mereka.
2. Meskipun musuh kuat, namun kekuatan Tuhan lebih besar darinya, maka daripada takut kepada musuh, hendaknya bertawakal kepada Allah.
3. Perang dengan segala kepahitannya juga meninggalkan berkah seperti semakin kuatnya iman para pejuang.

Diantara sifat-sifat mukmin sejati adalah : senantiasa berbaik sangka kepada Allah, oleh karena itu tatkala mereka melihat kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi mereka melihatnya dengan penuh optimis sekalipun nampak darinya tekanan yang amat besar, bersama dengannya mereka bersegera mengambil langkah terbaik dalam menyikapi sebab-sebab yang berkaitan dengan peristiwa itu, sehingga mereka dapat mempelajari setiap hikmah dari peristiwa itu.

MARI KITA SIMAK PELAJARAN PENTING DARI PERANG UHUD

Ketika kaum muslimin Merasakan pahitnya kekalahan pada perang Uhud, mereka pun menyadari apa sebab kekalahan itu, dan dengan apa mereka akan meraih kemenangan. Sebelum perang Uhud, waktu itu sabtu pagi, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewanti-wanti agar pasukan pemanah yang berada di bukit Rumah (nama aslinya bukit ‘Ainain) agar tetap berada ditempatnya, walaupun kaum muslimin telah meraih kemenangan atau ditimpa kekalahan.

Api peperangan menyala, pedang menyambar, anak panah meleset keluar dari busurnya, tombak dihujamkan, banyak nyawa yang melayang, kaum muslimin menyerang, maju dengan penuh kepahlawan sebagai ksatria, kemenanganpun telah menampakkan senyumnya, kaum musyrikin lari meninggalkan medan perang penuh ketakutan.

Saat itu, diatas bukit Rumah pasukan pemanah mulai berselisih, kebanyakan mereka berkata, “Kita telah menang, ayo kita turun untuk bersama saudara-saudara kita“.

Pimpinan pasukan Abdullah bin Jubair radiyallahu’anhu mengingatkan, “Tetaplah berada ditempat kalian, karena Rasulullah memerintahkan agar kita tetap berada diatas bukit, dalam keadaan kita menang ataupun kita kalah“.

Perintah Rasulullah itu adalah dalam keadaan perang, sekarang perang telah selesai dan musuh telah melarikan diri“, mereka beralasan. Kemudian 40 orang dari 50 orang pasukan pemanah turun dari bukit Rummah.

Pimpinan pasukan berkuda kaum musyrikin Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) melihat kebanyakan pasukan pemanah telah meninggalkan tempatnya, maka ia dengan sigap menyerang pasukan kaum Muslimin dari belakang. Sisa pasukan pemanah yang berada diatas bukit yang bertugas untuk melindungi bagian belakang kaum muslimin tidak dapat menghadapi pasukan berkuda kaum musyrikin.

Keadaan pun berbalik, cahaya kemenangan yang mulai nampak kembali bersembunyi, kekalahan akhirnya dirasa, luka jasmani dan pahitnya kekalahan mereka teguk dengan begitu berat.

Namun mereka sadar, akan sebab kekalahan: melanggar satu perintah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Mereka akan mendapatkan kunci kemenangan dan pertolongan Allah Ta’ala adalah dengan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Sebab kekalahan telah diketahui, kunci kemenangan di tangan. Maka setelah perang Uhud kaum Muslimin selalu meraih kemenangan.

Sebagai penutup dari kajiannya ustad Nurcholis Huda menutupnya dengan mengutip ayat kedua dari al Qur'an Surat Al Anfal: 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Sesungguhnya hati orang-orang yang benar-benar beriman selalu dipenuhi rasa takut dan tunduk kepada Allah. Apabila disebut asma Allah hati mereka bergetar dan diliputi rasa takut (haybah). Semakin mereka mendengar ayat-ayat al-Qur'ân dibacakan, semakin kokoh keimanan mereka dan semakin mendalam rasa tunduk serta semakin bertambah pengetahuan mereka pada Allah. Sehingga, pada akhirnya, mereka tidak menyandarkan diri selain kepada Allah yang menciptakan, melindungi, dan memelihara mereka.

Semoga Kajian rutin Rabu ba'da Shubuh  yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda ini bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Bagi yang berhalangan hadir, maka dapat mengikutinya siaran langsung atau putar ulang melui youtube TAQWAMu TV. 

https://youtu.be/FkX68zi-QIE

admin_arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.