BERSYUKUR ITU KEWAJIBAN HAMBA DAN PERMINTAAN SANG MAHA PENCIPTA

Masjid Darussalam yang terletak disebelah selatan alun-alun kota Tuban tepatnya di jalan Basuki Rahmad ini setiap Ahad pagi selalu didatangi jamaah untuk mengikuti kajian  yang dimulai pukul 06.00 dan berakhir pukul 07.00.
Saat ceramah berlangsung

Dalam pantauan lensadakwah.com pada Ahad, 7 Desember 2021 menghadirkan ustad Muchamad Arifin ketua Lembaga Dakwah Khusus ( LDK) Muhammadiyah Jawa Timur.

Dalam kajian tersebut ustad Arifin panggilan dari ketua LDK Muhammadiyah Jatim menyampaikan kewajiban manusia dalam menggunakan tiga indra untuk bersyukur, dengan mengutip ayat Allah :

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl: 78)

Besykur itu merupakan kewajiban kita sebagai hambaNya dan permintaan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai Sang Kholiq.

Dalam kesempatan tersebut telah diuraikan tiga indra ( Pendengaran, penglihatan dan hati nurani) yang disebutkan dalam ayat sebagaimana diatas dengan begiru rinci dengan menampilkan dalam layar lcd yang disiapkan.

Manusia ketika berada di dalam rahim ataupun setelah dilahirkan ke dunia, berada dalam keadaan nol. Tak seluruh panca inderanya dapat difungsikan, kecuali yang pertama adalah indera pendengaran.


Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Dalam menjelaskan ayat tersebut ustad Arifin menampilkan vidio sebuah proses terjadinya manusia dialam rahim yang dimulai dari bertemunya sperma dan ovum hingga terbentuknya manusia secara sempurna yang dilengkapi dengan indra pendengaran, penglihatan dan hati nurani.

Ustad yang pernah mendapatkan rekor MURI ini kemudian menjelaskan bagaimana cara Allah memfungsikan setiap indera manusia secara bertahap. Saat pertama kali keluar dari rahim ibu, katup jantung secara otomatis difungsikan Allah dalam waktu sepersekian detik. Kemudian dilanjutkan dengan fungsi pendengaran, lalu kemudian menyusul fungsi mata dan indera lainnya di pekan-pekan berikutnya.

Lalu bagaimana dengan indra penglihatan? Oertanyaan ustad kepada jamaah. Dengan indera penglihatan pula, manusia dapat membedakan warna, merekam perilaku seseorang, dan melihat hal-hal menarik sehingga manusia dapat menyimpulkan mana yang disebut dengan keindahan, kebaikan, maupun kecantikan. Sebaliknya, mata manusia juga dapat meyimpulkan hal yang buruk, jelek, dan lain sebagainya. Hanya dengan sekali melihat dan menangkap suatu objek manusia dapat memunculkan berbagai tanggapan serta respon yang bermacam-macam.

Kenapa kita harus bersyukur atas mata yang diberikan oleh Allah kepada kita ? Mari kita perhatikan denga baik. Bagaimana Allah menempatkan  sepasang mata pada tempat yang aman dan melengkapinya dengan berbagai sarana penjagaan. Di bagian depan, mata dilindungi oleh kelopak yang memiliki reflek menutup yang sangat cepat sehingga sepersekian detik saja sudah dapat menutup ketika ada sesuatu yang akan masuk, seperti debu. Mata juga dilengkapi dengan bulu mata yang menjadikan mata aman terhadap partikel-partikel padat maupun cair.

Hanya orang-orang yang dhalim yang tidak mau bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala  

Bincang-bincang santai bersama ketua PDM Tuban dan pengurus lainnya.

Selanjutnya ustad menyampaikan indra ketiga setelah pendengaran, mata dan sekarang hati nurani sambil menunjukan gambar sebuah organ tubuh hati dan otak.

Dalam penjelasamnya menyampaikan bahwa akal untuk memecahkan masalah, hati untuk memahami realita, nurani adalah pandangan batin, syahwat penggerak tingkah laku dan hawa nafsu ialah kekuatan membahayakan untuk menguji manusia.

Kita harus tahu bahwa, perangkat manusia tadi dipimpin oleh hati. Kalau hatinya baik, perilakunya juga baik. Sebaliknya, kalau hatinya buruk, perilakunya juga buruk. Makna nurani lebih dekat kepada hati, sehingga terkenal dengan istilah hati nurani.

Dalam firmanNya Allah Subhanahu wa Ta'la menyampaikan: 
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. QS. Syams: 7-10.

Dengan dilengkapi hati nurani menjadikan manusia mendapatkan petunjuk guna menempuh jalan yang benar dan lurus. Seseorang yang mau mendengar hati nuraninya akan mencari jawaban dan menjelajahi apa yang terlihat di sekelilingnya untuk kebenaran. 

Nashrumminallah Wafathunqorib Wabasysyiril Mukminin.

admin_ arifin


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.