DUA JALAN TERBENTANG DI DEPAN KITA

Kajian  pagi ini Rabu, 1 Desember 2021 di Masjid at Taqwa Pogot Surabaya telah diiringi hujan gerimis semalaman. Tetapi luarbiasanya tidak menyurutkan niat para jamaah untu hadir untuk tetap menghadirinya.

Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. QS. Al Insyirah: 5


Ustad Nurcholis Huda

Dalam pantauan lensadakwah.com kajian pagi ini ustad Nurcholis Huda menyampaikan judul "Mujahadah", yaitu usaha secara sungguh-sungguh mencari ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Ada yang harus kita ketahui dalam hidup, bahwa didepan kita terbentang dua jalan, yaitu jalan menuju kebaikan dan jalan satunya menuju keburukan. Untuk menuju kebaikan harus dilakukan secata istiqamah dan hanya ada satu jalan, yaitu shiratal mustaqim. Sementara untuk menuju keburukan banyak jalan. Jalan itu banyak rayuan setan dan dihiasai keindahan yang mengasikkan. Oleh karena itu dalam shalat kita selalu membaca ihdinashshiratal mustaqin. 


Suasana kajian saat berlangsung

Ada sebuah Hadits dari Abu  Hurairah_Nabi bersabda yang artinya: 
Neraka tertutup oleh berbagai syahwat hawa nafsu sedangkan surga tertutup dari segala kesukaran dan keberatan. Al Bukhari-Muslim.
Mengendalikan hawa nafsu itu tidaklah mudah. Hawa nafsu itu meliputi rasa ego, ambisi, serakah, nafsu syahwat dan hal lainnya yang besifat rendah. Jalan keneraka terasa indah dan menyenangkan. Sedangkan jalan kesurga itu dibayangi dengan rasa berat dan sukar, seperti sedekah, jamaah ke masjid dan istiqomal dala menjalankan amalan sunnah.

Mari kita perahtikan ayat dibawah ini:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. QS. Al ankabut:69. 

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. QS. Al An'am: 153

Tunjukilah kami jalan yang lurus(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. QS. Al Fatihah:6-7

Beberapa ayat diatas sangatlah jelas bagaimana mengikuti jalan yang lurus itu. Jalannyang lurus itu adalah berjalan dijalan yang diridlai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala bukan jalan mengikuti hawa nafsu kita.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.

Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusaha­kan­nya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepa­da­nya. Kemudian akan diberi bala­san kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. QS An Najm:39-41

Saat bekerja dari pagi hingga malam, sudah pasti tubuh merasakan lelah yang luar biasa. Akan tetapi, perjuangan mencari nafkah ini selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT.


Dan orang-orang yang berji­had untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. QS. Al Ankabut:69.

Meski tubuh merasakan lelah yang luar biasa ketika bekerja, tapi jangan salah, perjuangan bekerja dinilai sebagai amal saleh.

Siapakah yang lebih baik perka­taannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, menger­jakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? QS. Fushshilat:33



1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.