MASJID AL MUBAROK TUBAN DI PADATI JAMAAH

Dalam pantauan lensadakwah.com Masjid al Mubarok yang terletak di Jalan Mastrip I nomor 5 Tuban pada hari Ahad, 5 Desember 2021 sebelum waktu shubuh sudah mulai dipadati jamaah untuk mengikuti kajian rutin.

Ust. Much. Arifin

Dalam kajian tersebut nampak sebagai penceramah adalah ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ustad Muchamad Arifin. Sebagaimana yang beredar dalam flyer judul ceramah yang disampaikan adalah " Beragama Yang Menggembirakan". 

Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam. Ayat ini menunjukan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan itu dikarenan sifat Islam yang mampu merubah kebobrokan suatu umat menjadi umat yang bermartabat, beradab, adil, dan makmur.

Kepada para jamaah ustad Arifin menyampaikan bahwa secara sunnatullah semua manusia menginginkan hidup bahagia, baik dunia maupun diakhirat. Islam telah memberikan jalan yang jelas menuju hidup bahagia. 

Langkah yang pertama agar kita mendapatkan kebahagiaan adalah bersyukur. Bersyukur itu selain kewajiban kita juga permintaan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hambaNya. Sebagaimana firmanNya:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. QS. An Nahl:78

Dalam menjelaskan ayat diatas sambil ditunjukan sebuah vidio tentang kebesaran Allah saat proses terjadinya di alam rahim mulai dari bertemunya sperma dan ovum hingga terjadinya manusia secara sempurna ketika didalam rahim. 

Langkah yang kedua agar kita bisa mencapai kebahagiaan adalah dengan usha menjaga hati dari penyakit yang sangat berbahaya, yaitu: iri, dengki, hasud dan sombong. Dari keempat penyakit ini merupakan benalu tumbuhnya kebahagiaan.

Orang yang punya penyakit hati bukan hanya tidak bahagia tetapi juga bisa mengarah kepada kekafiran. Sebagaimana firmanNya:

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam Keadaan kafir. QS. At taubah:125

Dalam menjelaskan hal ini ketua LDK Muhammadiyah Jatim ini memutarkan sebuah vidio pendek yang intinya menggambarkan sebuah film seorang hamba yang hidupnya selalu memandang orang lain itu tidak sempurna dan memanggap dirinya yang paling sempurna. Suatu saat dirinya terjebak pada sebuah masalah dan membutuhkan orang yang dianggapnya kurang sempurna tersebut. Sebuah film yang sangat menyentuh hati tetapi cukup lucu sehingga para jamaah tidak bisa menahan tawa.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah kalian saling membenci, saling dengki, dan saling bermusuhan. Jadilah kalian hamba Allah yang besaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga hari," HR Bukhari dan Muslim.

Langkah yang ketiga agar kita bisa bahagia adalah jangan mudah mengeluh. Mari kita perhatikan sebuah ayat Allah dalam firmanNya: 

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. QS. Ali Imran:200 

Meskipun mengeluh menjadi hal yang wajar, Allah SWT tidak suka kepada hambanya yang terlalu banyak mengeluh. Seharusnya, umat Islam harus tetap tabah dan berhusnuzon dalam menghadapi situasi apa pun, termasuk kondisi yang menyulitkan.  

admin_arifin

 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.