MEWASPADAI TEKNOLOGI PEMUSNAH AKHLAK

Didepan para jamaah kajian umum di Masjid Al Ikhlash Wonosari Wetan Baru Surabaya ustad Muchamad Arifin menyampaikan pesan agar kita semua selalu waspada terhadap perkembangan teknologi yang dapat mengkibatkan hilangnya akhlak.

 

Ustad Muchamad Arifin

Dalam kajian tersebut ustad yang juga ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur menyampaikan bahwa teknologi itu berkembang tanpa memperhatikan akhlak. Karena teknologi itu dibuat oleh manusia, maka manusianyalah yang harus mengedepankan akhlak dalam menjalankan tenologi.

Teknologi ibarat pisau, jadi tergantung mau diapaki untuk apa. Pisau bisa merubah dari yang haram menjad halal, misanya digunakan untuk memotong ayam, kambing, lembu dan seterusnya. Jadi teknologi itu tergantung yang menjalankan.


Dalam pantauan lensadakwah.com ustad Arifin menyampaikan agar teknologi yang berkembang ini tidak sampai menjadi pemusnah akhlak, maka kita harus memastikan beberapa hal saat menggunakan teknologi, diantaranya :

1). Saring sebelum sharing. Kenapa harus saring sebelum sharing? karena tidak semua informasi itu baik dan bermanfaat. Bahkan kalau kita perhatikan didunia virtual sekarang begitu dahsyatnya perkembangan konten-konten yang berisikan ujaran kebencian, fitnah, saling menjatuhkan hanya untuk kepentingan individu dan mengabaikan kemaslahatan bersama.

Dalam al Qur'an Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. QS. Hujurat: 6


2). Informasi yang bermanaat. Kenapa harus informasi yang bermanfaat ? Informasi yang tidak bermanfaat akan menjadikan hidup tidak tenang dan juga bikin resah bagi yang menerima informasi. Kita seringkali mendengan sebuah hadits yang sangat populer dan sering disampaikan oleh para dai, yaitu; " Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama". 

Ayat lain yang juga harus kita perhatikan adalah: 

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. QS. Ali Imran: 5

Ketika hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala merasa diperhatikan olehNya, maka akan sentiasa berhati-hati baik dalam kondisi sempit maupun luang, terang maupun gelap, siang maupun malam. 

3). Akhlak sebagai frame. Kenapa alkhlak sebagai frame?  Karena akhlak merupaka asesoris dari agama itu sendiri. Jika boleh digambarkan, bahwa Iman itu fondasi agama, ibadah itu sebagai bangunannya sedangkan akhlah itu sebagai asesorisnya.

Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam menyampaikan: Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu). 

admin_arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.