MODERASI BERAGAMA JALAN MENUJU DAMAI

Salah satu ikhtiar untuk mewujudkan hidup damai berdampingan ditengah keanekaragaman budaya, suku, ras dan agama adalah dengan Moderasi Beragama. Inilah yang disampaikan Muchamad Arifin, S.Ag, M.Ag Kadid Agama sosial dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur pada acara Kewaspadaan Dini yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur, Rabu 22 Desember 2021.


Saat acara pembukaan sedang berlangsung

Dalam kegiatan tersebut nampak hadir beberapa narasumber diantaranya:  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Jawa timur dengan menyampaikan materi Deteksi Dini Penyakahgunaan Narkoba dan perkembangan Radikalisme di Lembaga/ Intansi/ OPD. Sebagai pemateri kedua adalah: Dirbinmas Polda jatim dengan menyampaikan materi Radikalisme dan Ekstrimisme sebagai Ancaman Bangsa. Sedangkan materi yang ketiga adalah: Kabid Agama Sosial dan Budaya FKPT Jatim dengan menyajikan materi Bahaya Radikalisme Terorisme di Jatim.

Kepala Bakesbangpol Jatim dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dalam rangkan membangun sinergitas untuk melakukan upaya deteksi dini dan cegah dini potensi konflik didaerah serta serta melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di daerah sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2019, Maka sangat perlu acara ini dilaksanakan.

Suasana Sedang Berlangsung

Dalam paparan materinya Kabid Agama Sosial dan Budaya FKPT Jatim mengajak kepada para peserta yang terdiri dari utusan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) se-Jatim untuk bersyukur bahwa kita ditakdirkan hidup disebuah Negeri yang subur dan makmur dimana didalamnya kaya dengan keanekaragaman budaya, suku serta ras yang berbeda-beda. Tinggal tugas kita bersama adalah bagaimana meramut serta menjaganya agar tetap hidup rukun dan damai, salah satunya adalah dengan Moderasi Beragama.

Muchamad Arifin yang sempat dinobatkan oleh Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dalam lomba Guru Pelopor Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2021 ini menyampaikan bahwa, Moderasi Beragama merupakan usaha kreatif  untuk mengembangkan suatu sikap keberagaman ditengan berbagai desakan ketegangan (Constrains), seperti antara klaim kebenaran absolut dan subjektivitas, anatara interprestasi literal dan penolakan yang arogan atas ajaran agama, juga diantara radikalisme dan sekuralisme.



Komitmen utama moderasi beragama terhadap toleransi menjadikan cara terbaik untuk menghadapi  radikalisme agama yang mengancam kehidupan beragama itu sendiri dan pada gilirannya mengimbasi kehidupan dalam persatuan berasyarakat, berbangsa dan bernegara serta praktek hidup beragama.

Dalam paparannya juga disampaikan bahwa, terjadinya gerakan penyebaran faham radikal yang berujung pada gerakan teroris dikarenakan adanya sikap intoleran yang dibiarkan. Dimana media sosial telah menjadi media yang strategis dalam penyebarannya. Apa yang kita saksikan bersama dimedia sosial sekarang bahwa berita dan konten-konten negatif sungguh melaju dengan cepatnya. 

Acara seperti hari ini tidak bisa hanya berhenti sampai disini, tetapi harus terus berjalan sampai bawah bahkan kedesa-desa, para generasi milenial, tokoh agama, tokoh masyarakat sebagai upaya untuk meminimalisir perkembangan faham radikal tidak terus berkembang. 
admin_arifin



1 komentar:

  1. Alhamdulillah tetap bersyukur hidup dalam kerukunan dan kedamaian dalam bingkai NKRI gurupelopormoderasiberagama Aamiin

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.