DELAPAN TANDA KURANGNYA BERSYUKUR

Jangan pernah bermimpi bahagia apalagi menjadi kenyataan untuk bisa hidup bahagia apabila kita tidak bersyukur.


Jangan pernah bermimpi bahagia apalagi menjadi kenyataan untuk bisa hidup bahagia apabila kita tidak bersyukur. inilah yang disampaikan oleh ustad Muchamad Arifin dalam kajian Muhasabah Akhir Tahun  di Masjid at Taqwa Pogot Surabaya, Rabu 29 Desember 2021. 

Di depan ratusan jamaah yang hadir ustad Arifin ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ini mengajak untuk selalu bersyukur kapan saja dan dimana saja berada. Bukan bahagia yang menjadikan manusia bersyukur tetapi bersyukur yang menjadi manusia itu bahagia.

Dalam kajian tersebut ustad Arifin yang juga ketua takmir Masjid at Taqwa menyampaikan tentang delapan tanda kurangnya bersyukur. 

1). Membandingkan keadaan diri dengan orang lain. Setiap manusia diberikan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak perlu membandingkan yang ada pada diri kita dengan yang bukan milik kita.

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. QS. An Nisa': 79.

2). Sering Mengeluh. Mengeluh bukan cara menyelesaikan masalah. Mengeluh hanya akan menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu marilah kita hindari perasaan mengeluh. 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". QS. Al Baqarah: 286


3). Sering memperhatikan kekurangan diri dari pada kelebihan diri. Kalau kita masih menginginkan hidup bahagia maka jangan terlalu banyak melihat kekurangan tetapi lihatlah kelebihan yang kita miliki. Kita bisa menyongsong masa depan lebih baik jika kita percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. Al Hasyr: 18 

4). Selalu Merasa Berjuang. Kita harus membiasakan diri menghilangkan ego, sok akan apa yang kita lakukan. Orang-orang yang membanggakan diri selalu mintak dihormati hanya akan mendapatkan kekecewaan dalam hidupnya.

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. QS. Lukman :18. 

5). Melihat suatu kejadian dengan pesimis. Orang yang memangdang sesuatu dengan pesimis, maka akan selalu minder tidak percaya diri. Lagi-lagi orang yang pesimis tidak akan pernah bahagia. Mari kita selalu percaya diri dalam menyongsong hidup.

Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, Sesungguhya beserta kesulitan ada keemudahan. QS Asy-Syarh: 5-6. 

6). Merasa lebih banyak kehilangan dari pada menerima. Kita semua menyadari begitu banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Tetapi karena kita kurang bersyukur jadi terasa sedikit dan selalu berkurang. 

Maka nikmat Tuhan yang maka yang dapat kamu dustakan? Dalam QS. Ar Rahman ayat ini telah disebut sebanya 31 kali. Bagi kita yang membanya pasti terasa terulang-ulang. Semua ini merupakan renungan bagi kita, bahwa tiak satupun nikmat Allah yang bisa kita sembunyikan. Oleh karena itu marilah kita bersyukur disetiap waktu.

7). Sering berlarut-larut dalam penyesalan. Menyesal bukan cara menyelesaikan masalah. Menyesal hanya akan membuat dan menambah masalah baru. Manusia diberikan kesempatan untul ikhtiar, berdoa dan tawakkal.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. QS. Ali Imran:139.

8). Selalu merasa kurang dari apa yang diterima. Rasa tidak puas menjadikan manusia kurang mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah. Marilah kita selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah. Insyaallah kita akan bahagia. 

Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. QS. Al Baqarah: 96.

Dan (ingatlah) tatkala Pemelihara kalian mengumumkan bahwasanya jika kalian bersyukur, maka sungguh Aku akan tambah untuk kalian (akan nikmat). Dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku sangatlah pedih.QS. Ibrahim: 7.





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.