BEDA MANUSIA DAN MAHLUK LAINNYA


Bersyukur dapat menghindarkan dari berbagai penyakit hati seperti dengki, iri, dendam dan seterusnya. sebab bersyukur membuat kita menerima apa adanya nikmat dari Allah dengan berharap ridho Nya tidak semata mengejar kenikmatan duniawi.

 Ustad Muchamad Arifin

Apa yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah lainnya ? Sebuah pertanyaan yang dimunculkan oleh ustad Muchamad Arifin diawal ceramahnya di  Masjid Iqro' Rungkut Menanggal Surabaya pada Kajian Ahad Pagi, 9 Januari 2022.

Apa bedanya coba? manusia diberi telinga, mata, hati dan seterusnya, demikian juga dengan mahluk hidup lainnya.  Manusia butuh makan tidur pasangan hidup demikian juda dengan mahluk hidup lainnya. 

Lalu apa yang membedakan antara kita sebagai manusia dengan mahluk Allah lainnya? Kalau mahluk hidup lainnya tidak dituntut untuk bersyukur sedangkan manusia dituntut untuk bersyukur atas nikmat yang diterimanya. Sebagaimana firmanNya:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. QS. An Nahl: 78

Ayat diatas sungguh sangat jelas bahwa Allah memberikan kita indra pendengaran, penglihatan dan juga hati nurani supaya kita bersyukur. 

Dalam ayat lain Allah berfirman: Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. QS. Al Mulk: 23.

Dari kedua ayat tersebut diatas sungguh semakin terang gamblang, bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah besyukur, yaitu menggunakan nikmat yang diberikan untuk mendekatkan pada diriNya.

Suasa Jamaah Saat Mengikuti Kajian Ahad Pagi

Lebih lanjut ustad Muchamad Arifin yang juga Ketua Lembaga Dakwah Khusus ( LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ini menyampaikan dalam ceramahnya tentang beberapa cara agar bisa menikmati hidup tenang dan tentram.

Pandai bersyukur.  Salah satu manfaat yang didapat seseorang jika rajin bersyukur adalah membuat hidup menjadi lebih berkah. Dengan bersyukur, orang tersebut merasa tercukupi berapa pun rezeki yang didapat.

Bukan tak mungkin pula rezeki tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain sehingga bisa mendatangkan berkah bagi pemiliknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi:
Sesungguhnya Kami telah memberikan hikmah kepada Lukman, yaitu nikmat syukur kepada Allah. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur maka Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. QS. Luqman: 12

Baik hati kepada siapapun dan tidak suka membanggakan diri sendiri. Karena orang yang membanggakan diri sendiri pastinya menganggap orang  lain lebih rendah.

Orang yang selalu baik hati akan jauh dari sifat sombong, iri, dengki, hasud dan seterusnya yang pada akhirnya akan gelisah dalam menjalani hidup.

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. QS. Lukman: 13 

Tidak Mudah Putus Asa. Orang yang putus asa apalagi sampai bunuh diri merupakan perbuatan dhalim dan itu merupakan perbuatan mengingkaran akan takdir Allah, tidak bisa menerima kehendak Allah.

Menerima takdir dengan iklhas, lapang dada, dan tidak banyak mengeluh menjadi contoh wujud syukur kita atas nikmat yang telah Allah berikan.

Allah  secara tegas melarang tindakan bunuh diri. Larangan itu disebutkan, antara lain ayat yang artinya, “Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang kepadamu. QS. An Nisa':29: 

Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah.QS. An Nisa': 30

admin_lensadakwah.com




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.