RUMPUT TETANGGA TIDAK LEBIH HIJAU

Kajian Rabu, 12 Januari 2021 pagi ini yang diawali shalat shubuh berjamaah yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda di Masjid At-Taqwa Pogot menyampaikan materi kiat menjalani hidup lebih tenang


Dalam awal kajiannya ustad Nurcholis mengingatkan para jamaah tentang lima langkah menuju husnul khatimah. Lima langkah itu, yaitu:
1). Tambah umur tambah rasya syukur
2). Amal shalehnya meningkat
3). Hububungan anak dan keluarga semakin baik
4). Tobatnya makin tekun
5). Rasa pasrahnya makin bulat.

Namun yang harus kita ketahui, bahwa setan akan terus menggoda agar manusia tidak bersukur. Setan tidak akan pernah rela jika melihat manusia semakin hari semakin baik.

Pasti aku akan mendatangi mereka dari segala penjuru: dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan karena manusia amatlah lemah, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu. QS. Al A'raf: 17

 

Jamaah khusu saat mengikuti pengajian


Manusia yang mudah digoda oleh setan adalah mereka yang kurang bersyukur, selalu melihat kelebihan orang lain dibanding kelebihan yang dimiliki diri sendiri, mereka selalu melihat "Rumput tetangga lebih hijau"  padahal yang seharusnya " Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau".

Dalam pantauan lensadakwah.com. Nampak jamaah dalam mengikuti kajian pagi ini sangat khusu' dan serius. Khususnya ketika ustad Nurcholis menyampaikan dialog dibawah ini:

Penumpang : Enak jadi sopir angkot, bisa jadi majikan sendiri, tidak diperintah dan tidak terikat oleh  kerja.

Sopir angkot: Siapa bilang jadi sopir angkot itu enak? Kami diburu setoran. Apalagi sekarang kredit motor mudah, penumpang makin sepi, kadang untuk beli bensin dan setoran sulit, susah ! Hidup makin susah.

Lalu siapa yang enak? Sopir pribadi lebih enak. Tiap bulan pasti dapat gaji tanpa harus kejar setoran. 

Siapa bilang sopir pribadi lebih enak ? 
Siapa bilang sopir pribadi lebih enak? Susah karena tidak punya hari libur dan sewaktu-waktu dipanggil majikan harus siap. 

Hari kerja antar majikan urusan kerjaan, ketika hari libur antarkan keluarga majikan liburan. Sementara keluarga sendiri gak pernah rekreasi.  Kalau gitu siapa yang lebih enak ? Tentu yang lebih enak jadi bos. Uang ada, sopir siap, ingin apa aja tinggal perintah.

Siapa bilang jadi bos lebih enak? 
Kata sang bos: Saya setiap hari jumat tiba selalu pusing karena hari Sabtunya waktunya gaji pegawai, kalau telat bisa kena demo. Belum kalau mau hari raya datang, waktunya kasih THR karyawan. Pusingnya luar biasa. Kalau gitu siapa yang lebih enak? Buruh lebih enak setiap Sabtu dapat uang.

Siapa bilang buruh lebih enak ? 
Buruh: Hah ?! Jadi buruh lebih enak dari pada Bos? Sejak kapan dunia sudah terbalik ? La kalau gitu yang paling enak siapa ? Ya pegawai negeri. Setiap bulan pasti gajian walaupun bolos, gaji tetap utuh, kalau tua dapat pensiun, Kalau sakit dapat asuransi kesehatan. Uweenak tenan.

Siapa bilang PNS paling enak ?
PNS iti memang pegawai tetap, maksudnya tetap gaji kecil, tetap miskin dan tetap ngutang koperasi. Kalau gitu siapa yang paling enak? Ya anggota DPR. Anggota DPR ijazah cukup SMA dapat bayaran tinggi, fasilitas penuh, kekuasaan luar biasa dan terhormat. 

Siapa bilang DPR paling enak???


Saudaraku jamaah pengajian juga pembaca tulisan ini yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'la. 

Dunia ini semakin kita kejar akan semakin jauh. Oleh karena itu jangan mengejar dunia ini terlalu berlebihan. Marilah kita jalani hidup ini sebagai pengabdian dannjalan menuju ridlanya.

Ustad Nurcholis Huda

Marilah kita perhatikan sebuah Hadits dibawah ini:
Lihatlah orang dibawahmu, jangan lihat orang diatasmu agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu. HR. Muttafaq Alaih. 

Mari kita jadilan renungan kalimat dibawah ini:

Mengapa anda menangis karena tidak punya sepatu, banyak orang tidak punya kaki masih bisa tersenyum.

Semoga para pembaca tulisan ini bisa menjadi bagian hamba yang selalu bersyukur, selalu mensyukuri apa yang sudah ada. Karena itu bersyukurlah, sesungguhnya orang yang paling bisa menikmati indahnya hidup hanya orang-orang yang bersyukur.
 
Bersyukurlah, bersyukurlah  bersyukurlah.
admin_arifin







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.