SENYUM DITENGAH KEANEKARAGAMAN ITU INDAH

Kalau bisa senyum kenapa harus cemberut, apalagi emosi. senyum dapat memberikan banyak manfaat bagi seseorang.
Muchamad Arifin
Kabid Agama Sosial Budaya 
FKPT Jawa Timur

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyang Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki keragaman budaya, Indonesia tetap satu. Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia.

Mari senyum kita jadikan sebagai jalan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan ditengah keanekaragaman. Senyum ditengah perbedaan itu memang susah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Marilah kita menjadi bagian dari bagian yang bisa tersenyum ditengah keanekaragaman, perbedaan yang ada.

Kalau bisa senyum kenapa harus cemberut, apalagi emosi. senyum dapat memberikan banyak manfaat bagi seseorang. Bahkan senyum bisa menjadi sedekah bagi seorang Muslim. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu", (HR at-Tirmidzi, Ibnu Hibban).

Senyum bisa menjadi simbul toleransi. Namun, belakangan ini Indonesia kerap mengalami krisis toleransi. Perbedaan yang ada justru menimbulkan perpecahan. Padahal, perbedaan itu sendirilah yang seharusnya membuat Indonesia menjadi indah dan berwarna.

Sebagai warga negara yang baik, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi. Jangan sampai Indonesia terpecah-belah akibat isu-isu negatif. Ingat kata pepatah, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

Indonesia adalah negara yang religius. Hal itu dibuktikan dalam sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebebasan dalam beragama dijamin dalam UUD 1945 pasal 29 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.

Di Indonesia sendiri, ada enam agama yang diakui oleh negara. Agama-agama yang diakui oleh negara adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan juga Konghucu. Keenam agama harus hidup berdampingan di masyarakat dengan prinsip toleransi antarumat beragama.

Jadi, dalam hal ini, pentingnya moderasi beragama adalah karena ia menjadi cara mengembalikan praktik beragama agar sesuai dengan esensinya, dan agar agama benar-benar berfungsi menjaga harkat dan martabat manusia, tidak sebaliknya.

Pada dasarnya ide moderasi adalah untuk mencari persamaan dan bukan mempertajam perbedaan. Jadi  moderasi beragama sebagai solusi, agar dapat menjadi kunci penting untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, harmoni, damai, serta menekankan keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun kehidupan secara keseluruhan.

Sekali lagi perlu kami sampaikan bahwa, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara lebih memantapkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan  dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Moderasi beragama juga menghadapi tantangan berupa sikap intoleran, sikap yang tidak menghargai pendapat orang lain dan tidak mengakui keberagaman dalam masyarakat serta mengabaikan nilai-nilai dalam toleransi.

Sikap fanatisme pada sebuah faham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan dan tidak menerima opini atau ide dari luar lingkarannya juga merupakan bagian dari hambatan dalam mempraktekan moderasi beragama.

Sikat fanatisme ini hanya bisa dikikis apabila didukung pengetahuan yang luas, khususnya tentang ilmu agama. Sehingga berkembang sikap toleran dalam menyikapi setiap berbedaan yang ada. 

Sikat intoleran dan fanatisme ini masih nampak diruang-ruang virtual. Hal ini semakin menjadikan upaya mewujudkan moderassi beragama sesah untuk dipraktekan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, penuh dengan keanekaragaman budaya,ras, budaya dan agama. 

Moderasi beragama di era digital ini perlu terus ditumbuhkembangkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antar latar belakang masyarakat tanpa memandang suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politik serta golongan. 

Oleh karenanya mari kita jadikan keanekaragaman yang ada dinegeri Idonesia ini menjadi sebuah anugerah tersendiri untuk selanjut bisa kita kelola dengan bijaksana, karena akan bisa hadir sebagai kekayaan, keunikan dan kekuatan di masa datang.

Selajutnya mari kita awali dari kita untuk mewujudkan dan memprakekan moderasi beragama dengan cara saling menghaormati perbedaan, toleransi dalam kehidupan dan pastikan kita selalu tetap tersenyum ditengah kehidupan yang penuh dengan keanekaragaman budaya yang ada dinegara kita tercinta Indonesia.

Salam Senyum Damai Indonesiaku.


Penulis adalah peraih piagam di Musium Rekor Dunia Indonesia ( MURI) dalam lomba guru pelopor moderasi beragama tingkat nasional yang diselenggarakan oleh BNPT RI di Tahun 2021.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.