MONEV PTM DI SD MUDATU

Monitoring dan Evaluasi (Monev)  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen berlangsung di SD Muhammadiyah 21 Surabaya (SD MUDATU) bertempat di ruang ruang Kepala Sekolah, kamis (13/01/2022).


Hal ini sesuai keputusan Pemkot Surabaya yang mengizinkan PAUD, TK, SD dan SMP melaksanakan PTM 100 persen karena kondisi wabah Covid-19 di kota ini sudah level 1 dan terus menurun.

Pukul 08.00 pengawas datang dan di sambut oleh Kepala Sekolah Priyo Sasongko, S.Pd dan M.Khoirul Anam, M.Pd.I Wakil Kepala Sekolah serta Tim Satgas Covid-19 diantaranya Lina Sunariyati Utami, S.Pd. Luthfiyatin, M.Pd., Hasan Asti Nurwakhid, S.Pd, Nur Alfiyah (Operator Sekolah) Djajadi dan Sugianto. Monev PTM ini juga di kawal BhabinKamTibmas dan Satpol PP dari Kelurahan Wonokusumo.

Monev tersebut dilakukan oleh  Dra. Rodiyah pengawas Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Monev yang dilakukan meliputi mengecek ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi, kebersihan dan kesehatan. Disamping itu sarana protokol kesehatan, atribut sosialisasi, edukasi terkait penerapan protokol kesehatan termasuk penanda jaga jarak semua tak luput di monev dari Dispendik kota Surabaya.

Disamping itu, Sekolah diwajibkan mengisi form Instrumen Monitoring Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang Sekolah Dasar baik yang model off line maupun  on line. 


SD MUDATU, sudah memulai  PTM 100 persen hari senin, 10/01/2022 mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 yang dibagi menjadi 2 gelombang. PTM pada pekan pertama ini pembagian per kelasnya diisi 50 persen siswa. Dengan dimulainya PTM inilah sekolah tak luput dari pengawasan Pendidikan pemerintah kota Surabaya

Kepala SD MUDATU Priyo Sasongko, S.Pd. menyampaikan, selama pembelajaran siswa diharuskan memakai masker, memeriksa suhu badan terlebih dahulu, dan tetap menjaga jarak. ”Ini semua sebagai bentuk ikhtiar  kita supaya terhindar dari penularan covid-19 dan juga agar Kegiatan belajar Mengajar segera berjalan normal,” Demikian ujarnya.  Dia menuturkan, PTM 100  ini keinginan kuat semua unsur masyarakat terutama harapan dari wali murid. Sebab kegiatan daring selama dua tahun sudah sampai pada titik jenuh. Demikian Tambahnya.

Hal senada juga dikatakan M.Khoirul Anam, M.Pd.I wakasek SD MUDATA “ karena saat ini  kita mau tidak mau hidup berdamai dengan Covid-19, maka Kewaspadaan dan penanganan terhadap Covid-19 terus kami tingkatkan, agar kita selamat dari penyakit ini. Dia juga Menambahkan, Kami juga merasa senang dengan diberlakukannya PTM 100 persen. semoga bisa meningkatkan kembali semangat belajar anak-anak dan berlatih untuk mengembangkan potensi, bakat dan tentunya pengembangan kepribadian, akhlak akan bertambah lebih baik lagi,” demikian harap pria yang juga wakil sekretaris LDK PWM Jawa Timur ini.

Priyo Sasongko, S.Pd Kepala Sekolah SD MUDATU menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Ibu Dra. Radiyah Pengawas Pendidikan Kota Surabaya, BhabinKamTibmas dan Satpol PP dari Kelurahan Wonokusumo. “Terima kasih atas kedatangan bapak/ibu dan segala saran dan evaluasi yang disampaikan. tentunya  ini semua untuk mendukung perbaikan bersama demi pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.(Abi Saffa)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.