PENGAJIAN AHAD PAGI KUTOREJO DIBANJIRI JAMAAH

Sejak sebelum pukul 06.00 halaman SMP Muhammadiyah 3 Kutorejo Mojokerjo terus dibanjiri jamaah untuk mengikuti Pengajian Umum Ahad Pagi, 23 Januari 2022.

Ustad Muchamad Arifin saat menyampaikan ceramahnya

Pada kajian yang mengambil tema " Beragama Dengan Damai Ditengah Kebhinekaan" tersebut disampaikan oleh Muchamad Arifin Ketua Lembaga Dakwah Khusus ( LDK) Muamadiyah Jawa Timur.

Dalam pantauan lensadakwah.com ustad Arifin panggilan dari ketua LDK PWM Jatim mengajak kepada para jamaah untuk bersyukur. Karena bersyukur itu merupakan salah satu cara untuk bisa hidup tenang.

Pagi ini kita semua kumpul dihalaman SMP Muhammadiyah 3 Kutorejo ini merupakan bagian dari syukur. Begitu banyak saudara kita yang juga sama-sama memiliki pendengaran, penglihatan dan hati nurani tetapi tidak mampu melangkahkan kakinya kemajelis seperti ini. 

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. QS. An Nahl: 78

Kepada para jamaah ketua LDK Muhammadiyah Jatim ini mengajak untuk  jalankan agama dengan ikhlas dan senang serta menjaganya dengan baik. Kita hidup dimuka bumi ini  berdampingan dengan saudara bukan hanya seagama, sesuku melainkan kita hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain, suku lain. Oleh karena itu mari kita jaga diri dan agama kita dengan baik.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. QS. Al Hujurat: 13.  

Mari senyum kita jadikan sebagai jalan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan ditengah keanekaragaman. Senyum ditengah perbedaan itu memang susah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Marilah kita menjadi bagian dari bagian yang bisa tersenyum ditengah keanekaragaman, perbedaan yang ada.

Kalau bisa senyum kenapa harus cemberut, apalagi emosi. senyum dapat memberikan banyak manfaat bagi seseorang. Bahkan senyum bisa menjadi sedekah bagi seorang Muslim. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu", (HR at-Tirmidzi, Ibnu Hibban).

Senyum bisa menjadi simbul toleransi. Namun, belakangan ini Indonesia kerap mengalami krisis toleransi. Perbedaan yang ada justru menimbulkan perpecahan. Padahal, perbedaan itu yang seharusnya membuat hidup penuh warna. 

Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan  toleransi. Jangan sampai Indonesia yang mayoritas muslim terpecah-belah akibat isu-isu negatif, berita hoax. Ingat kata pepatah, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

Suasana jamaah saat ceramah berlangsung

Dalam ceramah selanjutnya ustad yang juga sering disebut dai komunitas ini mengajak kepada para jamaah agar kita hidup didunia ini bisa menjadi pemenangnya jika hidup ini digambarkan sebagai pertandingan.

Dalam Al Qur'an Surat Al Mukminun telah dijelaskan secara rinci siapakah manusia yang akan mendapatkan kemenangan disisi Allah swt.

Selanjutnya ustad Arifin menjelaskan secara jelas ayat 1-5 dari QS. Al Mukminun terkait urutan hamba yang akan mendapatkan kemenangan. 

1). Memiliki iman yang kuat

2). Shalat ( ibadahnya)  khusu' karena Allah

3). Selalu menjahui perbuatan yang sia-sia

4). Rajin menyisihkan rizkinya untuk infaq

5). Memiliki ahlakul karimah.

admin_lensadakwah.com


2 komentar:

  1. Beragama dengan damai utu maksudnya gimana. Aku kok bingung. Tolong yang jelas kalo menyampaikan. terus konteknya itu gimana???

    BalasHapus
  2. Apakah juga berdamai dengan kemungkaran, ketidak adilan dll?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.