PERJALANAN MENUJU HUSNUL KHATIMAH

Kehidupan dunia ini tiada lain kecuali kenikmatan penuh tipuan. Tidak ada yang abadi, bahkan sangat cepat keadaan berganti.

 

Ustad Nurcholis Huda

Dalam kajian rutin Rabu pagi ini, 5 Januari 2022 di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda masih membahas seputar Mempersiapakan diri hari Esok dimasa tua, dan kali ini sampai pada pembahasan Perjalanan Menuju Husnul Khatimah.

Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang yang paling utama? Jawab Nabi: Yang terbaik akhlaknya. Siapa orang mukmin yang cerdas? Yang paling banyak ingat kepada mati, kemudian paling banyak menyiapkan bekal hidup sesudahnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.

Siapakah Orang Cerdas itu ?

Orang cerdas menurut Islam tidak diukur dengan ilmunya, tidak pula dengan penghasilannya, tidak pula dengan kedudukannya. Tetapi yang paling banyak menyiapkan bekal sesudah mati. ( HR. Ibnu Majah).

Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. QS. Lukman: 34.

Kematian itu datang misterius,  tidak terikat dengan waktu, orang mati tidak harus sakit dulu, tidak harus tua dulu, tidak menunggu kita siap atau tidak, kapan saja bisa datang, maka siap tidak siap harus siap. Oleh karena itu orang yang cerdas adalah yang banyak mengingat mati dan banyak mengumpulkan bekal untuk hari esok.

Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar. QS. Al Anfal: 50

Andaikata dirimu, wahai Muhammad, menyaksikan pemandangan mengerikan pada saat malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir, kalian akan mendapatkan malaikat itu memukuli tubuh orang-orang kafir itu dari depan dan belakang, seraya berkata, "Rasakan siksa api neraka, akibat perbuatan kalian." Tafsir Quraisysyihab.


Hidup ini permainan tapi bukan main-main.

Kita semua pasti paham, bahwa setiap permainan itu pasti ada aturannya. Yang tidak patuh pasti akan kena sanksi. Dan setiap permainan itu ada tujuannya. Misalnya sepak bola tujuannya memasukkan gol kegawang lawan. Gol itu sah jika dilakukan secara sportif dan tidak melanggar atau curang.

Hidup itu permainan, maka hidup harus punya tujuan yang harus dicapai. Tujuan hidup tidak lain adalah tertuang dalam doa yang setiap hari kita baca yang artinya: 

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. QS Al Baqarah: 201.

Mari kita renungkan bersama 

Marilah kita jalankan hidup ini dengan sungguh-sungguh, jangan pernah main-main dalam menjalankan roda hidup ini karena hidup bukan main-main. Kalau hidup harus diibaratkan permainan, maka kita harus bisa jadi pemenangnya sehingga kita mendapatkan imbalan, yaitu surga Allah Subhanahu Wata'ala kelak dihari kemudian.

admin_arifin


Bagi yang ingin mengikuti siaran ulang bisa langsung menontonnya di TAQWAMu TV. ( https://youtu.be/Cx6RIh1DM58)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.