VAKSIN: LEBIH SAKIT DIGIGIT NYAMUK

LENSADAKWAH.COM–“Vaksin itu tidak sakit, lebih sakit digigit nyamuk” celetuk Iffat. Siswa kelas 3 Seruni setelah mengikuti Vaksinasi dosis 2 yang digelar SD Muhammadiyah 21 Surabaya (SDM 21) dihalaman sekolah pada Kamis (20/01/2022). 


Kepala SDM 21 Priyo Sasongko, S.Pd mengatakan “kegiatan ini merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19, Selain itu, vaksinasi ini sebagai upaya meningkatkan imunitas anak didik kami dan sekaligus menjadi syarat dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM). Demikian tuturnya.

Setelah para siswanya divaksin, dia berharap kegiatan pembelajaran dapat berjalan seperti biasanya. “Insyaallah protokol kesehatan sudah kami laksanakan, begitu juga dengan vaksinasi. Kami berharap para siswa dan guru kami semuanya sehat dan bisa melaksanakan pembelajaran seperti biasa, kita juga sudah mendapat rekomendasi  dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya bahwa sekolah diperbolehkan masuk tatap muka 100 %, Demikian terangnya.

sejak pukul 07.00 WIB SDM 21 sudah dipadati anak-anak dan orang tua. Para orang tua sangat antusias untuk ikut vaksin. Hal itu terbukti dengan kehadiran mereka mengantar anaknya untuk vaksinasi. Bahkan, antrean terlihat sudah mengular dan memenuhi area halaman sekolah yang digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). 



Ada 16 tenaga kesehatan dari Puskesmas Wonokusumo yang hadir di SDM 21. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga pukul 12.00 WIB, mentarget vaksinasi  531 anak. 

Saat detik jam menunjukkan pukul 07.30 proses vaksinasi pun dimulai. dr. Eidho Mirozha, yang ikut mendampingi acara vaksinasi menuturkan tahapan mengikuti vaksin. “peserta melakukan pendaftaran dengan mengisi data dan cek NIK, kemudian pemeriksaan riwayat penyakit. Usai lolos skrining, peserta mendapatkan vaksin dan menjalani observasi. Dan terakhir, peserta akan mendapat sertifikat vaksin. Demikian jelasnya. 

Lebih lanjut, kata pria asli arek surabaya yang sudah bertugas 6 tahun diPuskesmas Wonokusumo ini berharap, “dengan vaksinasi anak ini semoga bisa melindungi para siswa serta turut membantu percepatan herd immunity, dan tentunya, pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan lancar” harapnya

Disisi lain, M.Khoirul Anam, M.Pd.I Wakasek SDM 21 mengungkapkan rasa senangnya “Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan baik  walaupun ada sedikit kendala yaitu anak yang menangis, ada NIK ganda, tapi selebihnya berjalan lancar.” ujarnya.

Pak Choy, demikian sapaan akrabnya, menambahkan beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan vaksin ini karena sedang sakit, dan ada yang sudah melaksanakan vaksinasi secara mandiri. Dan tidak lupa kegiatan vaksinasi ini dapat terlaksana karena kerjasama yang baik antara dewan guru SD MUDATU dengan pihak kesehatan Puskesmas Wonokusumo. Terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya. Demikian pungkasnya. (Abi Saffa/yuli)

admin_ldkpwmjatim


1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.