JAUHI SOMBONG DAN MERASA LEBIH

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. QS. Al Qasas:83

Ustad Nurcholis Huda

Kajian Rabu pagi ini 16 Pebruari 2022 di Masjid At Taqwa Pogot Surabaya yang diawali shalat shubuh berjamaah yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda menyampaikan judul yang cukup menarik untuk kita jadikan muhasabah diri, yaitu Jauhi Sombong dan Merasa Lebih  Tinggi dari yang lain.

QS. Al Qasah: 83 di atas menjelaskan bahwa negeri akhirat, yaitu surga hanya diperuntukkan bagi hamba yang jauh dari sombong serta membanggakan giri. Oleh karena itu marilah kita jalankan hidup ini dengan penuh keramahan dan menjauhi kesombongan.

Di dalam Islam derajat seseorang tidak ditentukan oleh banyaknya title, pangkat bahkan harta yang dimiliki. Tetapi ketaqwaannyalah yang membedakan seseorang disisi Allah Subhanahu wa Ta'la.

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. QS. Lukman:18

Marilah kita renungkan dengan baik apa yang terkandung dalam ayat dibawah ini:

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” ... Dan lunakkanlah suaramu ketika sedang berbicara agar tidak terdengar kasar seperti suara keledai, karena sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. QS. Lukman: 19.

Mari sejenak kita perhatikan sebuah cerita yang diabadikan oleh Allah dalam ayatNya: 

Qarun adalah manusia kaya raya yang hidup di zaman Nabi Musa. Di dalam Alquran dijelaskan, kekayaannya sangat melimpah. Bahkan, untuk kunci-kuncinya saja harus dipikul sejumlah orang dengan badan yang besar dan kuat. (QS Al Qashash [28]: 76).

Tetapi sayang, Qarun berbuat aniaya, ia angkuh dan sombong. Hatinya beku dan akalnya keras, sehingga ia tidak bisa menerima nasihat kebenaran. Ketika diperingatkan agar tidak angkuh dan sombong dengan harta yang dimilikinya ia malah berpaling sembari berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.” (QS Al Qashash [28]: 78).

Menurut Ibnu Katsir, ucapan Qarun itu menunjukkan bahwa dia tidak butuh nasihat kebenaran. Bahkan, ia tidak merasa butuh dengan apa pun, termasuk ampunan dan ancaman Allah SWT. Ia merasa dirinya hebat dan harta yang dimilikinya murni karena kepintarannya.

Sikap Qarun yang tidak bisa menghargai orang lain dan selalu menganggap dirinya lebih baik dan lebih terhormat hanya semata-mata karena harta yang dimiliki adalah sikap orang yang kurang akal. Sikap demikian biasanya umum terjadi pada mereka yang dititipi harta kekayaan.

Semoga cerita Qarun diatas dapat kita jadikan sebagai pembelajaran kita bersama dalam mengisi ruang kehidupan ini dengan yang lebih baik.

admin_arifin

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.