KEWAJIBAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Kajian Rabu pagi ini, 23 Pebruari 2022 di Masjid at-Taqwa Pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda menyampaikan tema Kewajiban Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Ustad. Nurcholis Huda

Apakah yang dimaksud dengan amar ma'ruf ? Dan apakah yang dimaksud nahi munkar?

Ustad Nurcholis panggilan akrap dari penasihat takmir masjid at-Taqwa Pogot ini menjelaskan dengan powerphoint sehingga jamaah bisa menyaksikan dengan fokus. Bahwa yang dimaksud dengan amar ma'ruf adalah menganjurkan pada kebaikan. Sedangkan nahi munkar adalah mencegah perbuatan jelek.

Dalam Al Qur'an Allah memerintahkan kepada hambanya untuk melakukan amal ma'ruf nahi munkar. Sebagaimana yang tersebut dalam ayat 104 dan 110 dalam Qur'an Surat Ali Imran yang artinya:

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Dari kedua ayat tersebut tidak jarang orang meskipun dengan guyonan disebutnya ayat-ayat Muhammadiyah. Kenapa? Karena dari ayat ini merupakan inspirasi gerakam Muhammadiyah.

Dengan berpedoman dengan ayat tersebut diatas, maka orang Muhammadiyah tidak boleh jadi penonton, melainkan harus bergerak. Orang Muhammadiyah harus hidup jiwanya. Tanda jiwa didup ialah punya daya tahan  dan terus bergerak.


Saling Membantu dalam Kebaikan

Allah juga menjelaskan dalam QS. At Taubah: 71 yang artinya:

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 

Sebagai sesama muslim harus terus bekerja sama saling membantu dalam beramar ma'ruf nahi munkar, baik laki maupun perempuan tentunya sesui dengam bidangnya masing-masing.

Jika menghadapi masalah, maka jangan mudah segera menyalahkan. Hendaknya bertanyalah pada diri sendiri terlebih dahulu" apa yang sebaiknya bisa kita lakukan akan masalah tersebut? 

Begilah kiranya salah satu berfikir aktif, berfikir memecahkan masalah kata ustad Nurcholis dalam kajian yang disampaikan. Beliau menyampaikan bahwa diantara kebiasaan orang pada umumnya adalah mendahulukan menyalahkan dari pada membantu


Ada tiga cara dalam mencegah kemungkaran

1. Dengan kekuasaan. Dengan cara ini hasilnya paling cepat

2. Dengam lesan atau tulisan. Cara ini agak lama jika dibandingkan cara pertama.

3. Dengan hati. Cara ini memang mengurangi resiku tetapi hasilnya kurang nampak dibanding cara pertama dan kedua. Namun ketiganya masih bagian dari iman.

Rasulullah SAW memberikan peringatan kepada umat Islam dengan memberikan perumpamaan sebuah perahu dengan para penumpangnya.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, di bab "Memerintahkan pada Kebaikan dan Melarang dari Kemungkaran" terdapat sebuah hadis dari An Nu'man bin Baysir yang dia berkata, Nabi SAW bersabda, "Kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah perahu. Nantinya, ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah perahu tersebut. Yang berada di bagian bawah ketika ingin mengambil air, tentu dia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, "Andai kata kita membuat lubang saja sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita. "Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu."(HR Imam Bukhari no. 2493).


Terkait hadis di atas, Ibnu Hajar al-'Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari memberikan beberapa pendapat, hadis tersebut berisi beberapa pelajaran, yaitu: Pertama, hukuman bisa jadi menimpa suatu kaum disebabkan meninggalkan inkarul mungkar  (mengubah kemungkaran), kedua, seorang yang berilmu bisa memberikan penjelasan dengan membawakan permisalan, ketiga, wajib bersabar terhadap kelakuan tetangga jika khawatir tertimpa bahaya yang lebih besar, dan keempat hendaknya saling mengingatkan jika ada kekeliruan atau bahaya yang diperbuat saudara kita seperti orang yang berada di atas perahu melihat orang bawah ingin melubangi kapal supaya bisa mendapat air. 

Perahu adalah perumpamaan dari agama Islam dan umat Islam adalah para penumpang perahu tersebut. Di antara para penumpang perahu, ada yang berakhlak mulia dan alim, menguasai ilmu agama. Namun, ada pula penumpang yang masih bodoh dan mudah sekali tergoda berbuat kemungkaran. Ketika perahu tengah berada di tengah "lautan kehidupan" dan sering diterjang gelombang, sudah seharusnya para penumpang saling menjaga agar perahu tetap dalam keseimbangan.

Para penumpang itu juga harus ada yang mau berada di bagian bawah perahu dan yang lainnya berada di atas perahu sehingga seimbanglah perahu serta tidak menyempitkan penumpang satu dengan lainnya. 

Selain itu, jika di dalam perahu tersebut ada salah seorang yang hendak melakukan sebuah kemungkaran dengan membocorkan perahu, maka harus ada yang mencegahnya, dan melarangnya berbuat kemungkaran supaya semua penumpang yang ada di dalam perahu selamat. Namun, jika tidak ada yang mencegahnya, maka binasalah semuanya, perahu dan para penumpang pun tenggelam di "lautan kehidupan". 

Dengan kata lain, akibat tidak adanya pencegahan kemungkaran terhadap orang-orang Islam yang melakukan kemungkaran, maka seperti perumpamaan yang diberikan Rasulullah SAW tersebut, Islam dan umat Islam akan tenggelam, tidak lagi dirasakan sebagai rahmat bagi umat manusia. Bahkan, keberadaannya bisa saja dianggap laknat dan tidak pernah lagi diharapkan.

admin_arifin



1 komentar:

  1. Alhamdulillaah...semoga selalu istikomah
    Barokallaah fii umrik wa ilmik

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.