MODEL DAKWAH MASA DEPAN

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. QS. An Nahl: 125

Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Surabaya gelar seminar dengan mengambil tema "Dakwah Komunitas Model Dakwah Di Era Teknologi 5.0".

Saat ustad Much. Arifin Menyampaikan Materi 

Seminar yang menghadirkan Ketua LDK PP Muhammadiyah ustad Muhammad Ziad dan Ketua Muhammadiyah Jawa Timur ustad Muchamad Arifin tersebut dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Wuni Surabaya, 18 Maret 2022.

Dalam paparan materinya ustad Arifin panggilan dari ketua LDK Muhammadiyah Jawa Timur menyampaikan model dakwah komunitas.

Dakwah komunitas dapat dibagi menjadi dua, yaitu komunitas maya dan komunitas nyata. 

Komunitas dunia maya, yaitu dakwah dengan memanfaatkan media sosial yang ada seperti: facebook, tiktok, youtube, instagram dan seterusnya.


Ustad yang pernah memcahkan dua rekor di Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini langsung memberikan beberapa contoh saat melakukan dakwah komunitas di dunia maya sehingga menjadikan peserta yang hadir semakin tercerahkan.

Dakwah komunitas selanjutnya adalah di dunia nyata. Maksud dakwah di komunitas di dunia nyata disini adalah dakwah yang sasarannya seperti: komunitas punk, komunitas anak jalanan, LGBT, moge, nelayan dan seterusnya. 

Dakwah di dunia marginal memang berat, membutuhkan keikhlasan yang teruji karena dakwah di dunia marginal bukan hanya siap mental juga harus sial ekonomi. Sehingga tidak jarang ketika mau terjun kedunia maya harus sibuk mencari apa yang harus dibawa.


Sajian materi yang full menggunakan media digital yang dilengkapi dengan beberapa vidio pendamping bukti yang sudah dilakukan menjadikan para peserta fokus dalam mengikutinya.

Sementara itu ustad Muhammad Ziad ketua LDK PP Muhammadiyah memaparkan dakwah yang telah dilakukan di daerah 3T ( Daerah terpencil  tertinggal dan terjauh).

Cerita perjalanan  dakwah yang telah dilakukan di daerah 3T menjadikan motivasi tersendiri bagi para peserta yang hadir dalam seminar yang diikuti oleh seratus dai yang ada di Surabaya.( Arifin).

lensa_ldkpwmjatim








Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.