NURCHOLIS HUDA: HIKMAH ISRO' MI'ROJ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.QS. Al Isra':1
Ustad. Nurcholis Huda

Kajian rutin Rabu ba'da shubuh di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya pagi ini, 2 Maret 2022 yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda menyampaikan tema khusus, yaitu Hilmah Isra' Mi'raj

Peristiwa Isra' Mi'raj dilakukan setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam mengalami a'mul husni.  Yaitu, sebuah waktu kesedihan yang menyebabkan kesedihan bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam.

Ada berbagai peristiwa yang menyebabkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam bersedih hingga akhirnya melaksanakan Isra' Mi'raj. 

Dua peristiwa tersebut, yakni meninggalnya Istri Nabi Muhammad, Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib yang selama hidup selalu mendukung perjuangan dakwah.


Shalat Tiang Agama

Ketika Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam menerima perintah melaksanakan shalat lima waktu. 

Dalam pantauan lensadakwah.com ustad Nurcholis selanjutnya menerangkan makna dari shalat itu tiyang agama. Barang siapa yang mendirikan shalat, maka dia menegakkan agama dan barang siapa yang meninggalkan shalat berarti merobohkan agama.
Perintah shalat tidak boleh ditinggalkan selagi kita dalam keadaan sadar. 
Waktu ditempat, waktu bepergian, waktu longgar, waktu sibuk, waktu sehat, waktu sakit shalat harus tetap betjalan. Ingat bahwa yang akan dihisap pertama nanti dihadapan Allah adalah shalat.  

Perintah shalat tidak sama dengan perintah lainnya meskipun sama-sama wajibnya. Misalnya perintah puasa ramadhan. Meskipun wajib masih bisa diqadla diwaktu lain. Sedangkan perintah shalat tidak.



Mari kita perhatikan QS. An Nisa': 103 yang artinya:

Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Dalam QS. Al Isra': 78 Allah berfirman yang artinya:

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Shalah Sunnah Sangatlah Penting

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah.” Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (Hadits Riwayat Tirmidzi No. 413, dan An Nasa-i No. 466).

Shalat rawatib muakkadah yang mengikuti shalat wajib ada sepuluh rakaat, inilah yang disebutkan dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku menghafalkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat (dalam sehari) yaitu dua rakaat qabliyah Zhuhur, dua rakaat bakdiyah Zhuhur, dua rakaat bakdiyah Maghrib, dua rakaat bakdiyah Isya, dua rakaat qabliyah Shubuh. (Muttafaqun ‘alaih)

Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah (rawatib) dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.




admin_arifin


1 komentar:

  1. Alhamdulillaah...semoga istikomah salam sehat utk para pendengar kajian ini

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.