BAHAYA MUDAH TERGIUR

Terkadang ada diantara kita yang suka tergiur dan bersedih hati saat  memandang  kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain, baik itu berupa kekayaan, pernak pernik dunia, anak-anak keturunan, kendaraan, jabatan dan sebagainya. 

 Ustad Rik Suhadi*

Jika perasaan diatas keseringan terjadi  maka akan menjadi salah satu pemicu tumbuhnya penyakit hasad atau iri dalam hati. Ia akan selalu gelisah, tidak tenang, hidupnya senantiasa dihantui kecemasan dan terombang ambing; itu semua terjadi bukan karena dirinya diliputi kekurangan, tetapi karena perhatiaannya terfokus untuk memandangi kelebihan yang dimiliki orang lain, sehingga lupa mengoreksi diri . 

Allah SWT melarang kita mengarahkan pandangan sedih dan tergiur kepada sebagian orang lantaran Allah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka yang dirasa lebih baik dari yang diberikan kepada kita. 

Firman Allah:

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman”.  ( QS.Al-Hijr : 88 )


Dalam ayat yang lain Allah berfirman :

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.  ( QS. Taaha : 131 )

Berbagai kenikmatan yang di sedihkannya itu hanyalah pesona kembang kehidupan dunia. Yang namanya kembang atau bunga tentulah tidak lama bertahan, kelihatan indah dan segar namun  tak lama ia akan layu kemudian sirna. Dan itu adalah ujian penentuan untuk dinilai siapa terbaik amalannya. 

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. ( QS. Al-Kahfi : 7 ) 

Seseorang akan terhindar dari pandangan sedih dan mudah tergiur terhadap pesona kembang dunia ini, jika dia memiliki keyakinan yang kuat akan kemaha-adilan Allah SWT. Ia yakin bahwa masing – masing orang telah Allah catatkan kadar kenikmatan dan kesusahan yang akan didapatkannya sampai nanti hari kiamat. Apapun bentuk kenikmatan yang diperoleh seseorang, macam dan besar ukurannya sudah Allah tetapkan baginya. Oleh karenanya orang yang yakin akan ketetapan dan ketentuan ( taqdir ) Allah, dia  tidak akan pernah protes  dan tidak akan mudah tergiur apalagi bersedih hati dengan kenikmatan yang nampak ada pada orang lain, sebab dia telah yakin bahwa apa yang ada pada dirinya juga kenikmatan yang ada pada  orang lain itu , adalah Allah sendiri yang membagi-bagikannya.

Allah berfirman dalam Surat Az-Zukhruf ayat 32 :

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ 

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ( QS. Az-Zukhruf : 32 ). 

Keyakinan seperti inilah yang natinya akan melahirkan sikap lapang dada ( Ash-Shafhu ), nerima dengan apa yang Allah berikan kepadanya dengan penuh syukur dan sabar. Tidak cepat melonjak jika mendapat nikmat, tidak menjadi ujub saat mendapat anugrah kelebihan dari yang lain, tidak lupa diri saat kaya, tidak bersempit dada dikala susah, tidak menjadi culas saat berada dibawah yang lain, tidak mudah tergiur dan bersdih hati kala melihat kenikmatan yang ada pada orang lain.    

Sungguh menakjubkan pribadi seorang mukmin karena keadaan seperti apaun yang menerpanya akan menjadi baik ( positif ), sebagaimana digambarkan oleh Rasulullah , sebagaimana sabda beliau :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.( HR. Muslim ). 

 * Rik Suhadi-Ketua LDK PDM Kabupaten Bangkalan Madura.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.