CARA MUDAH UKUR KEIKHLASAN

Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya.
Ust. Muchamad Arifin

Menjalankan ibadah dengan ikhlas dan khusu' tidaklah mudah. Selain dibutuhkan lingkungan yang mendukung juga tingkat pemahaman akan bacaan saat melakukan ibadah.

Hal diatas yang disampaikan oleh ustad Muchamad  Arifin ketua takmir Masjid At Taqwa di Jalan Pogot Surabaya pada saat menyampaikan ceramahnya diawal Ramadhan, 1 April 2022.

Ikhlas dan khusu' adalah urusan hati sehingga tidak bisa dilihat oleh mata tetapi dapat dirasakan. Meskipun ikhlas dan khusu' itu susah tetapi kita harus tetap berusaha untuk meraihnya. Karena hanya dengan ikhlas dan khusu' karena Allah dalam menjalankan ibadah  Ramadhan ini ampunan dapat kita peroleh.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berkata: Barang siapa menjalankan puasa di bulan Ramadhan karena iman yang tulus dan berharap untuk memperoleh pahala Allah maka semua dosa masa lalunya diampuni. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Cara mudah untuk mengukur keikhlasan dan kekhusukan dalam ibadah di Bulan Ramadhan. Bagaimanakah caranya ? 

Cara itu gampangnya dapat dilihat dari keistiqomahan pada saat menjalankan Qiyamur Ramadhan dan Shiyamur Ramadhan. Ungkap ustad Arifin didepan jamaah shalat tarawih.



Ustad yang juga ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur ini melanjutkan menjelaskan bahwa; Jika kita mampu istiqomah dalam satu bulan penuh, maka kesimpulannya adalah ikhlas, dan jika hanya menjalankan hanya diawal bulan saja baik Tarawih maupun puasa maka ada tendensi lain. Misalnya karena menghormati, toleransi artinya kurang ikhlas. 

Semoga tulisan ini mampu mengantarkan kita menjadi hambanya yang istiqomah dan ikhlas serta khusu' dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan  ini. (Arifin)

lensa_ldkpwmjatim


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.