JANGAN MALU BELAJAR DARI LEBAH

Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya)

Muchamad arifin, M.Ag
Kabid Agama Sosial Budaya 
FKPT Jawa Timur

lensadakwah.com - Adakalanya manusia itu harus melihat mahluk ciptaan Allah lainnya dalam menjalankan roda kehidupan. Mari kita berfikir sejenak akan perjalanan makhluk Allah yang namanya lebah. Kenapa lebah diabadikan dalam sebuah nama dalam Al Qur'an ? tepatnya pada surat ke 16, yaitu surat An nahl.

Lebah adalah makhluk Allah yang pagi hari berangkat dari sarangnya mencari makan dengan selalu berfikir positif. Lebah hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lain yang mengandung bahan madu atau nektar. Lebah tidak tertarik dengan yang kotor-kotor dan berbau tidak sedap. 

Berangkat dari fikiran positif, maka lebah bisa menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, bahkan disebutkan madu adalah obat segala obat. Luar biasa bukan ? Begitulah pula sifat seorang mukmin, haruslah mencari dan makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di muka bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. 

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. QS. Al Baqarah: 168.

Kita sebagai seorang hamba dimuka bumi haruslah memiliki sifat-sifat unggul dan istimewa. Menjadikan kita manusia yang selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Seperti dijelaskan Rasulullah SAW, "Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain. 

lensa_ldkpwmjatim


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.