ADA APA DI KAJIAN RAMADHAN MUHAMMADIYAH

lensadakwah.com. - Tepat jam menunjukkan pukul 08.00 suara merdu dari MC Kajian Ramadhan mengisyaratkan bahwa kajian Ramadhan dimulai.


Ustad Haedar Nasir saat memberikan sambutan

Kajian Ramdhan yang diselenggaran  di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Ahad, 3 April 2022 dimulai dengan lantunnan bacaan Al Qur'an dan kemudian dilanjutan dengan menyanyikam lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Rektor UMSurabaya DR. dr. Sukadiono, MM. Memberikan sambutan pertama sebagai tuan rumah pada kajian pagi ini.

Dalam sambutannya dr. Sukadiono menyampaikan beberapa prestasi kampus sejuta inovasi ini. Diantara sambutannya menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan didirikannya Fakultas Kedokteran Gigi.

Juga masih dalam rangkaian sambutannya bahwa akan segera dibangun Gedung Ta'awun 19 lantai dilingkungan Kampus UMSurabaya. Mohon doanya ungkap rektor yang juga bagian dari Pimpinan  Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.


Sambutan yang kedua disampaikan oleh KH. DR. Saad Ibrahim, MA. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Dalam sambutannya beliau sedikit mengupas makna yang terkandung dalam QS. Al Insyirah. Salah satu tafsir yang sering disebut dalam menyampaikan kajian  tersebut adalah Tafsir Ath Thabari.

Ulasan dari QS. Al Insyirah yang disampaikan oleh ustad Saad sungguh dapat memberikan motivasi dihati para peserta kajian Ramadhan.

Ustad Nurcholis Huda saat menyampaikan sambutan

Peluncuran Buku " Sang Penggoda" yang ditulis oleh ustad Nurcholis Huda menjadi bagian dari rangkaian di acara pembukaan pada kajian Ramadhan 1443 H. 

keynote speaker yang disampaikan oleh KH. Prof. DR. Haedar Nasir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengupas QS. Al Insyirah sungguh menyentuh hati para peserta kajian Ramadhan.

Teologi Al Insyirah Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah.

Salah satu manfaat dalam kajian ini adalah kita belajar dalam menghadapi masalah-masalah keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang selama ini menjadi beban berat kehidupan bersama.

Ustad Haedar  menyampaikan  sebagaimana dalam QS. Al Insyirah, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meringankan beban hidup dan membuka jalan kesulitan menjadi kemudahan, dengan berbekal tekad dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, bersatu, dan optimis.(Arifin)

lensa_ldkpwmjatim




1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.