KENDEL, PINTER, PENER , GA' GEBLINGER

Meskipun usianya masih 18 Tahun tetapi kemampuannya dalam naik mimbar tidak diragukan lagi. Siapakah dia? Dia adalah Ustadz Haqmadi Widya Ihsanto yang sering dipanggil ustad Haqmadi.

lensadakwah.com - Di masjid At Taqwa Muhammadiyah Kota Blitar, Sebenarnya Kuliah Subuh pada Hari Sabtu 29 Ramadhan 1443 H bertempatan dengan tgl 30 April 2022 M tidak ada yang istimewa hanya saja menghadirkan seorang Ustadz yang masih remaja (18 th)   dan pelaku penghafal Al Qur'an yaitu Ustadz Haqmadi Widya Ihsanto dengan tema INDAHNYA MENGHAFAL ALQUR'AN diikuti oleh kurang lebih 200 jama'ah Putra-Putri


Menurut koordinator  Bidang Pembinaan Ibadah Masjid At Taqwa Muhammadiyah Kota Blitar Sri Widodo bahwa Kuliah Subuh selama Ramadan 1443H khusus membahas Himpunan Putusan Tarjih, Khusus hari sabtu 29 Ramadan 1443 H sebagai Pembicara dipilih Ustadz remaja yang menjadi penghafal Al Qur'an sesuai tema Indahnya Menghafal Al Qur'an .

Hal ini bertujuan menjadi motivasi kepada generasi muda muhammadiyah untuk berusaha menjadi Kendel, Pinter, Pener dan Gak Geblinger yang maksudnya

Kendel: Berani menerima Amanah dengan penuh tanggung jawab

Pinter : Pandai baik ilmu Agama dan ilmu umum

Pener:  jalan lurus sesuai Al Qur'an dan As sunah seperti Muhammadiyah

Gak Geblinger : tidak sesat,

Ustadz Haqmadi Widya Ihsanto yang sering disama Ustadz Haqmadi menjelaskan  dengan  semangat bahwa

Bulan  Ramadan adalah bulan yang paling mulia di mana bulan Ramadan ini dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala Sama halnya seperti hari Jumat yang lebih mulia dibandingkan hari-hari yang lain, Sama halnya seperti malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dibandingkan malam-malam yang lainnya ,Sama halnya seperti Nabi Muhammad yang lebih mulia dibandingkan nabi dan rasul yang lainnya dan Sama halnya juga seperti malaikat Jibril yang paling mulia diantara para malaikat

Yang ternyata bulan Ramadan ini bisa mulia dikarenakan di dalamnya terdapat peristiwa turunnya Alquran, sebagaimana yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. 

Turunnya Alquran inilah yang membuat bulan Ramadan menjadi sangat spesial dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Yang mana bisa kita ambil kesimpulan . bahwasannya apapun yang berhubungan dengan Alquran maka akan menjadi dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Ustadz yang sekolah sejak Awal di Perguruan Muhammadiyah : PG & TK ABA ,  SD Muhammadiyah Kota Blitar , MBS Jobang, SMA Muhipo dan PPTQ Ahmad Dahlan  melanjutkan bahwa Alquran memiliki banyak sekali keutamaan-keutamaan yang antara lain adalah

1. Ketika kita mempelajari Alquran kita bisa menjadi sebaik-baiknya manusia

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.(HR.BUKHARI)

Suatu kebahagiaan tersendiri tentunya ketika kita bisa mendapatkan gelar dari Allah sebagai orang yang terbaik, karena ketika Allah telah memberikan gelar kepada kita maka otomatis semua makhlukNya juga pasti akan mengakuinya


2. Alquran sebagai pemberi syafaat di yaumul kiamah kelak

Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim yang berbunyi

اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ » رواه مسلم

Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat. (HR.Muslim).

3.mendapatkan banyak pahala ketika kita mau membaca atau bahkan menghafalkannya

Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Ali Laam Miin itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

4. Dimasukkan oleh Allah ke dalam surga dan diberikan jaminan untuk memberikan syafaat kepada 10 orang keluarganya yang telah diwajibkan masuk dalam neraka

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi

Dari Ali karramallaahu wajhah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah Ta'ala akan memasukannya ke dalam Surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang kesemuanya telah diwajibkan masuk neraka." (HR Imam Ahmad dan Tirmidzi)

Di dalam hadis ini dijelaskan bahwasannya ketika kita sudah berhasil menghafalkan Alquran dan kita menghalalkan apa yang dihalalkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dan mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka Allah akan memasukkan kita kedalam surganya dan menjamin kita untuk memberikan syafaat atau pertolongan kepada 10 keluarga kita yang sudah diwajibkan masuk neraka

Menurut Ustadz Haqmadi salah satu hadis yang sangat sering digunakan sebagai motivasi dalam menghafal Alquran 

Oleh karena itu marilah kita niatkan niatkan setelah bulan Ramadan ini minimal ada 1 orang di keluarga kita yang yang bisa menghafalkan Alquran sampai 30 juz, kenapa harus seperti itu karena dengan menghafalkan Alquran bisa menyelamatkan kita dan keluarga kita nanti dari siksaan api neraka di Ummul kiamah kelak

Yang mana menghafal Alquran ini ini ada dua cara.

Ada cara yang mudah banget ada juga cara yang mudah saja. Cara yang mudah banget dengan cara kita memasukkan anak-anak kita remaja kita cucu cucu kita ke pondok pesantren tahfidz, insya Allah ketika anak-anak kita sudah dimasukkan ke dalam Pesantren tahfidz kita tidak perlu repot untuk memikirkan bagaimana caranya supaya dia bisa menjadi Hafiz Qu'ran Karena disana sudah ada ustad yang siap untuk membimbing, memberikan metode memberikan pengajaran supaya dia bisa menjadi hafidz Quran. kita hanya perlu berdoa dan juga mensupport anak agar bisa betah dan kerasan di pondok.

Lalu yang kedua cara yang mudah ah

Yaitu dengan cara niatkan diri kita dan bertekad kuat dalam menghafalkan Alquran meskipun di rumah, Kita juga harus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam Alquran itu sendiri antara lain waktu yang khusus untuk menghafal Alquran lalu guru yang mempuni dibidang Al Qur'an dan juga kita juga harus bisa menjauhi hal-hal yang dapat merusak hafalan dan yang terakhir adalah sering untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Alquran

Ustadz Remaja yang sejak SMP sudah menjadi imam sholat tarawih ini menyampaikan bahwa

Ustadz Adi Hidayat pernah berkata dalam salah satu ceramahnya. Ketika seorang bayi yang baru lahir dia di hari pertamanya diberikan lantunan murottal satu juz 1 menggunakan MP3 secara berulang-ulang dan di hari keduanya diberikan lantunan juz 2 dan selanjutnya sampai 30 juz maka bayi itu dapat menghafalkan Alquran dengan cepat ketika dia sudah mulai bisa bicara dikarenakan di dalam hatinya di dalam pikirannya telah tertanam Alquran sejak dia lahir

Ustadz Haqmadi  menutup kultum ini dengan mengutip sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda: “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Al-Qur'an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dan juga salah 1 perumpamaan orang yang menghafalkan Alquran

Orang yang menghafalkan al-quran bagaikan sebuah keranjang yang diisi air. Keranjang itu mungkin akan sulit untuk bisa penuh dikarenakan dia memiliki banyak sekali lubang yang ada di dalamnya, namun jika diisi terus-menerus maka keranjang itu lama-kelamaan akan menjadi bersih. Sama halnya dengan kita, ketika kita menghafalkan Alquran mungkin kita tidak hafal-hafal tetapi yakinlah bahwasannya dosa-dosa kita, jiwa kita hati kita akan bersih dengan adanya Alquran itu. ( Sri Widodo)

lensa_ldkpwmjatim

Ustadz Haqmadi Widya Ihsanto

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.