FKPT HADIRI FGD KEBANGSAAN PERKUAT NKRI

Lensadakwah.com - Dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai perekat bangsa, maka Badan Kesatuan Bangsa Provinsi Jawa Timur selenggarakan Focus group discussion (FGD) pada Hari Selasa  31 Mei 2021.


FGD yang bertemakan "Peningkatan Kualifikasi Afiliasi Kebangsaan ASN Melalui Analisis Mengenal Dampak Intolerani Lingkungan". Dimulai tepat waktu sesuai dengan pukul 09.10 - 13.00.

Acara yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Jalan Putat Indah No. 1 Surabaya diawali oleh Kepala Bakesbangpol R. Heru Wahono Santoso  S.Sos, MM. Kemudian dilanjutkan oleh seluruh narsum lainnya. Diantaranya yang nampak hadir adalah:

1. Kepala Badan Intelejen Negara Daerah Provinsi Jawa Timur

2. Kepala Kepolisia Daerah Jatim cq. Direktur Intelkam Polda Jatim

3. Kepala Kepolisian Daerah Jatim cq. Ketua tim Digital Forensik Polda Jatim

4. Panglima Kodam V Brawijaya cq. Asisten Intelegen Kasdam V Brawijaya.

5. Komandan Lantamal V Surabaya cq. Kepala Bagian Psikologi 

6. Badan Nadional Penanggulangan Terorisme cq. Tim sinergitas Jatim

7. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jatim

8. Datasemen Khusus 88 Jatim cq. Kasatgaswil Jatim Densus 88/AT

9. Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Jatim

10. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jatim

11. Kepala Biro Hukum Seketariat Daerah Provinsi Jatim.


Dalam mengawali penyampaiannya Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa ada tiga masalah besar yang harus kita waspadai bersama, yaitu: Masalah Narkoba, masalah Korupsi dan masalah Teroris.

Terselenggaranya acara ini merupakan realisasi program dari Bakesbangpol dalam merancang program Peningkatan Kualifikasi Afiliasi Kebangsaan ASN.

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim yang diwakili oleh Kabid Agama Sosial Budaya Muchamad Arifin  menyampaikan alur terjadinya gerakan terorisme. 

Lanjut Muchamad Arifin menjelaskan bahwa terorisme itu tidak akan terjadi kalau tidak ada radikalisme dan radikalisme tidak akan terjadi kalau tidak ada intoleranisme.

FKPT yang berada dibawah Direktur Pencegahan BNPT RI, maka lebih mengedepankan kegiatan dibidang pencegahan, menyelamatkan masyarakat yang masih bersih dari pengarus intoleran- radikal yang dapat berujung pada gerakan teroris. (Arifin)

lensa_fkptjatim










Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.