MODEL DAKWAH KOMUNITAS DI ERA DIGITAL

Perkembangan dunia digital yang begitu cepat harus bisa kita jadikan peluang dakwah. Inilah yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jawa Timur dalam kegiatan bimtek dai komunitas di SMK Muhammadiyah 7 Gondang Legi Malang, 28 Mei 2022.

Ustad Muchamad Arifin saat menyampaikan materi model dakwah komunitas

Lensadakwah.com - Didepan enam putuh peserta bimtek dai komunitas LDK dari lima daerah, yaitu Malang Raya dan Kota/Kabupaten Blitar ustad Arifin panggilan dari ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Jatim menyampaikan bahwa kita sebagai dai harus bisa memanfaatkan dengan baik perkembangan teknoligi digital yang ada. 

Apa yang saya sampaikan ini sebagai bukti bahwa pertembangan teknologi digital justru peluang bagi kita dalam dakwah. Sambil menunjukkan kearah layar presentasi, dimana tampak dilayar beberapa aplikasi Al Qur'an, Hadits dan beberapa kitab fiqih yang dibuka secara online

Peserta Menyimak Paparan Model Dakwah Komunitas 

Munculnya beberapa konten negatif yang merusak akhlak dan pola pikir generasi harus diimbangi dengan konten positif yang punya nilai dakwah. Disinilah yang menjadi alasan kenapa LDK menyelenggarakan bimtek dai komunitas.

Demontrasi pemanfaatan beberapa Al-Qur'an dan Al-Hadits serta beberapa kitab dalam presentasinya ustad Arifin menjadikan para peserta bimtek semakin yakin akan manfaat dari teknologi digital.

Dai komunitas bukan hanya dituntut trampil dalam menggunakan IT tetapi juga harus mampu melakukan dakwah di komunitas-komunitas marginal yang ada dilingkungan kita. Kata ustad yang pernah mendapatkan sertifikat dari Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam acara peluncuran dai agen perdamaian.

Dakwah dikomunitas marginal seperti anak jalanan, punk, kurban narkoba, gepeng dan sejenisnya merupakan kepuasan tersendiri jika berhasil, meskipun tantangan untuk dakwah dikomunitas marginal ini cukup besar.

lensa_ldkpwmjatim









Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.