MENGEMBALIKAN JATI DIRI INSANI

Lensadakwah.com-Kajian Rabu Pagi Ba'da Shubub di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda dimulai kembali pasca libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Ustad Nurcholis Huda

Dalam kajian perdananya Rabu,  18 Mei 2022 ustad Nurcholis Huda menyampaikan tema Idul Fitri Mengembalikan Jati Diri Insani.


Di awal ceramahnya penasihat takmir Masjid At-Taqwa yang sering dipanggil ustad Nurcholis ini menyampaikan beberapa ucapan yang sering muncul pada Hari Raya Idul Fitri.

تقبل الله منا ومنكم
تقبل يا كريم
من العاءدين والغاءزين
كل عام وانتم بخير

Mohon Maaf Lahir Batin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Selamat Idul Fitri
'Id Mubarak dll.


Kapan Muncul Istilah Halal Bi Halal 

Berawal dari kondisi saat itu tahun 1948 dimana para tokoh politik tidak saling akor atau rukun, maka Presiden Bungkarno memanggil dua penasihat agamanya, yaitu KH. Wahab Hasbullah dari tokoh Nahdlatul Ulama' dan KH. Ahmad Badawi dari tokoh Muhammadiyah.

Dalam hasil bincang-bincang saat itu berusaha mencari jalan yang terbaik agar bisa bertemu dengan kondusif, maka muncullah istilah Halal Bi Halal.  Kenapa tidak pakai istilah Silaturrahmi atau Silaturrahim karena sudah terlalu biasa.

Idul Fitri identik dengan Kupat

Dalam ungkapan Jawa Kupat maupun lepet memiliki makna yang dalam. Mulai dari bahan samapai bentuknya memiliki arti yang cukup mendalam.

Pada tulisan ini tidak dibahs secara rinci, bagi yang ingin faham secara rinci bisa menyimak paparan ustad Nurcholis melalui:  TAQWAMuTV dilink youtube https://youtu.be/nhagrsaFQTc

Empat Ciri Manusia

Selanjutnya ustad yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini melanjutkan pembahasannya dengan menyampaikan empat ciri manusia. Empat ciri tersebut adalah:

1). Manusia bisa tersenyum sedangkan hewan tidak. 
2). Manusia punya rasa malu sedangkan hewan ridak
3). Manusia punya akal fikiran sedangkan hewan tidak
4). Manusia beragama sedangkan hewam tidak

Tugas manusia sebagai hamba Allah tidak semua manusia bisa menjalankan dengan sempurna. Bahkan tidak jarang manusia dalam prakteknya justu menjadi: Hamba uang, hamba jabatan, hamba asmara, hamba popularitas sehingga menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya. Na'udzubillah.

Diakhir ceramahnya ustad Nurcholis mengajak untuk muhasabah diri. Karena sesungguhnya kita bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. (Arifin)

lensa_ldkpwmjatim






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.