EKS NAPITER INI MASIH PUNYA HATI, DOA IBU MENJADI PENENTU

Lensadakwah.com - Cerita tentang terpaparnya generasi muda terpapar faham radikalisme berlanjut pada testimoni kedua yang disampaikan oleh Arif Fatoni.

Tepat pkl 10.05 WIB, Kamis (30/6/2022) testimoni kedua yang mengisahkan perjalanan awal mula terpapar hingga kini kembali ber NKRI, disuguhkan dengan gaya yang naratif dan menarik.

Arif Fatoni mengisahkan perjalanan hidupnya dihadapan para penyuluh.

Arif membuka testimoninya dengan bacaan muqaddimah bagai seorang muballigh di atas mimbar yang akan memberikan tausiyah.

Dengan setelan batik bermotif bunga, pria 29 tahun ini terpapar faham radikal bermula ketika ikut pengajian di masjid yang mengajarkan tentang bagaimana beragama Islam secara sungguh sungguh.

Sehingga dia mendapat kenyamanan di kelompok tersebut dan mendapat ideologi baru dalam beragama Islam yang dimana tidak ia dapat dari ormas lainnya.

Perjalanannya berlanjut saat menjadi narahubung dalam deklarasi Anshorul Khilafah (2014), dan merekrut anggota dan dibaiat untuk berideologi khilafah.

Dengan membuka usaha bersama istri, dia mengumpulkan dana dan terkumpul sejumlah 120 juta Rupiah untuk berangkat ke Syiria.

Dan berangkatlah dia bersama istri berangkat menuju Syiria yang dimana kondisi istri sedang mengandung usia 8 bulan.

Setibanya di Istanbul Turki, di sinilah  awal mula kegundahan Arif untuk melanjutkan misinya, penyebabnya adalah keberangkatannya menuju Syiria tidak mendapat restu dari sang ibu.

Sempat tertahan selama 10 bulan di negara Turki, akhirnya Arif sekeluarga dideportasi kembali ke Indonesia dan kembali ke orang tuanya.

Di akhir cerita, Arif yang pernah mengenyam pendidikan sastra bahasa Arab, mendapat pembinaan yang merangkul hingga kini telah benar benar mengakui Pancasila sebagai ideologi NKRI. 

Penulis : Ahmad Muhaimin

Editor   : Mchamad Arifin


Lensa_fkptjatim






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.