JANGAN TERPESONA BENTUK LAHIR

Dunia itu sesuatu yang manis sehingga orang gampang terpesona dan melalaikan ketekunan dalam mencari kebaikan.


Ust. Nurcholis Huda

Lensadakwah.com - Kajian Rabu ba'da Shubuh di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda pada Hari Rabu, 15 Juni 2022 menyampaikan materi  Janagn Terpesona Bentuk Lahir. 

Dalam muqaddimahnya ustad Nurcholis Huda menyampaikan ayat Allah yang berbunyi :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. QS. Al Kahfi: 18

Tidak ada larangan dalam Al Qur' an untk melakukan aktivitas didunia guna memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi jangan sampai mengabaikan kehidupan di akhirat.

Dalam ayat lain Allah menyampaikan:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.QS. Al Qashash: 77

Kita diingatkan bahwa semua karunia Allah ini adalah modal untuk membangun negeri akhirat. Kita boleh menikmati untuk kebutuhan di dunia. Tetapi jangan berlebihan, apalagi menimbulkan kerusakan karena rakus atau menikutinya.

Ingat....setiap kenikmatan yang kita rasakan nanti akan dimintak pertanggung jawaban digadapanNya kelak.


Mengintip Penghuni Surga

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنِي مَعْبَدُ بْنُ خَالِدٍ أَنَّهُ سَمِعَ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ قَالُوا بَلَى قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz Al Ambari telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepadaku Ma'bad bin Khalid ia mendengar Haritsah bin Wahab mendengar nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Maukah kalian aku beritahu penghuni surga?" mereka menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Setiap orang lemah dan diperlemah. Andai ia telah bersumpah atas nama Allah pasti Allah akan menunaikannya." Setelah itu beliau bertanya: "Maukah kalian aku beritahu penghuni neraka?" mereka menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Setiap orang keras, congkak dan sombong." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dengan sanad ini dengan matan serupa hanya saja ia menyebut: "Maukah kalian aku tunjukkan?"

Sebelum mengakhiri kajian ustad Nurcholis panggilan dari penasihat Masjid At-Taqwa ini menyampaikan Dua Kisah Inspiratif yang berjudul Mantan Ketua Ranting dan Tukang Sapu

Sebuah kisah yang sangat inspiratif seorang yang bernama Pak Amin. Ia sangat ikhlas dalam perjuangannya mendirikan ranting dan Masjid. Dalam ceritanya Pak Amin menginfaqkan hartan dan perhiasan istrinya agar Masjid bisa berdiri.

Namun kami mohon maaf kepada para pembaca,  karena kisah yang sangat inspiratif ini tidak bisa kami tulis disini. (Arifin)

Lensa_ldkpwmjatim


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.