MAN CENDEKIA GELAR MODERASI BERAGAMA

Moderasi beragama adalah merupakan ijtihad untuk dapat mempraktekkan agama dengan damai, tentram dan saling menghormati agama lain. Inilah yang disampaikan Kabid Agama Sosial Budaya BNPT-FKPT Jatim di acaran Pemantapan Moderasi Beragama bagi tenaga pengajar di MAN Insan Cendekia Pasuruan, 21 Juni 2022.


Lensadakwah.com - Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia yang berlokasi di Grati Pasuruan  selenggarakan Pemantapan Moderasi Beragama bagi tenaga pengajar dengan harapan dapat mensosialisasikan kepada anak didiknya.

Dalam kegiatan pemantapan tersebut telah dihadiri oleh Kepala Kantor Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Husnul Maram, MHI dan Narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) perwakilan Jawa Timur, yaitu Muchamad Arifin Kabid Agama Sosial dan Budaya (FKPT) Jawa Timur.

Dalam papara materinya Kabid Agama Sosbud ini menyampaikan bahwa Moderasi beragama merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama  bangsa Indonesia dalam mempraktekan agama ditengah kehidupan keanekaragaman budaya serta agama.



Mari kita bersyukur karena kita telah ditakdirkan oleh Allah hidup disebuah negara yang sangat makmur dan penuh keanekaragaman budaya, suku, ras dan agama. Salah satu bentuk syukurnya adalah dengan tetap menjaga keutuhan dalam kehidupan dengan saling menghormati dan menghargai.

Pria yang pernah meraih penghargaan dari Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kepeloporannya dalam Lomba Guru Pelopor Moderasi Beragama Tingkat Nasional yang diselenggarakan BNPT RI di tahun 2021 menegaskan bahwa acara Pemantapan Moderasi Beragama seperti ini sangatlah penting dan harus diikuti oleh sekolah lainnya.

Selanjutnya dalam paparannya pria kelahiran Malang menjelaskan alur terjadinya teroris. Jadi teroris itu tidaklah muncul dengan tiba-tiba, melainkan melalui proses. Bagaimana prosesnya ? Lanjutnya.


Berawal dari Intoleran dimana tidak mau menghargai orang lain yang tidak sepaham, maka dengan diiringi perbuatan dengki jadilah radikal dan berlanjut pada gerakan teroris.

Beberapa contoh dan kasus intoleran  radikal dan tetoris ditayangkan dalam paparnya dengan begitu jelas pada layar sehingga para peserta menjadikan semakin paham dan jelas.

Data dan peta gerakan radikal serta vidio kasus dilapangan bukan hanya cerita yang ditunjukkan pada paparan presentasinya menjadikan lebih sempurna dalam acara pemantapan yang diselenggarak oleh sekolah mewah ( mepet sawah) ini.

Pertanyaan yang begitu banyak diakhir acara dari para peserta dalam acara tersebut menunjukkan, bahwa semangat peserta dalam acara tersebut sungguh diminati dan luar biasa. Ungkap Muchamad Arifin kepada lensadakwah.com

Acara yang dibuka secara langsung oleh Kepala Sekolah MAN Insan Cedekia Kyai Syamsul Ma'arif, S.Pd, M.Pd. berjalan lancar dan sukses sejak dibuka pada pagi pukul 07.30 hingga berakhir sore hari.

Acara ditutup dengan menyanyikan sebuah lagu bersama-sama yang berjudul Hidup Damai Dalam Kebinekaan menjadikan suasana lebih cair dan menambah energi dalam acara tersebut setelah mengikuti acara seharian.

lensa_fkptjatim















Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.