PEMANTAPAN PEMAHAMAN AGAMA

Lensadakwah.com - Narasumber kedua dalam Pembentukan dan Pelatihan TIM Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme disampaikan oleh Mufi Imron Rosyadi  MEI., Kabid Penais dan Pemberdayaan Zalat Wakaf Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur.

Mufi Imron Rosyadi  MEI

Dalam ceramahnya disampaikan bahwa  moderasi beragama merupakan usaha kreatif untuk mengembangkan suatu sikap keberagamaan di tengah berbagai desakan ketegangan, seperti antara klaim kebenaran absolut dan subjektivitas, antara interpretasi literal dan penolakan yang arogan atas ajaran agama, juga antara radikalisme dan sekularisme.

Komitmen utama moderasi beragama terhadap toleransi menjadikannya sebagai cara terbaik untuk menghadapi radikalisme agama yang mengancam kehidupan beragama dan pada gilirannya, berimbas terhadap kehidupan persatuan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Moderasi beragama atau moderat dalam beragama itu tidak ekstrim kanan maupun kiri, jadi berada di tengah-tengah. Artinya kalau kita sebagai seorang pemeluk agama, maka kita harus punya keyakinan secara absolut atau kita harus yakin bahwa satu-satunya kebenaran bagi kita itu adalah agama yang saat ini kita peluk, akan tetapi pada saat bersamaan, kita pun harus mampu memberikan ruang kepada siapapun orang yang berbeda agama dan keyakinan.

Terkait penguatan moderasi beragama, ada empat indikator yang dikuatkan, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi.

lensa_fkptjatim

Penulis : Muchamad Arifin



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.