SYAHKAH HEWAN PMK BUAT KURBAN ?

Lensadakwah.com - Pada hari sabtu tanggal 11 Dzulqo'dah 1443 H bertepatan tanggal 11 Juni 2022 M di Masjid At Taqwa Muhammadiyah kota Blitar,  dihadiri kurang lebih 80 jama'ah Putra Putri. Seperti biasa setelah sholat subuh berjama' ah dilanjutkan Kuliah subuh singkat oleh Ustadz drh. Sri Widodo dengan tema  Kurban di Waktu Wabah Penyakit Mulut dan Kuku 

Ustad drh. Sri Widodo

Setelah sholat Subuh berjama'ah dengan iman Ustadz Fiki Fatwa K S. PdI salah satu Ustadz dari Internasional Islamic SD Muhammadiyah Kota Blitar, dilanjutkan Kuliah subuh oleh Ustadz drh. Sri Widodo Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Kota Blitar.

Dalam tausiyahnya ustad Sri Widodo menjelaskan QS Al Kausar: 1-3.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Ustad yang juga dokter hewan tersebut menjelaskan seputar kriteria hewan yang bisa dijadikan kurban. Dalam penjelasannya meliputi:

1. Hewan ternak : Unta, Sapi,Kerbau, Kambing dan domba

2. Hewan sudah cukup  umur : Unta minimum 5 tahun, sapi minimum 2 tahun, kambing dan domba minimum 1 tahun

3. Hewan sehat dan tidak  cacat : 

Rasulullah SAW merintahkan untuk korban kita harus memilih hewan yang sehat artinya hewan yang tidak buta, tidak sakit, tidak pincang, tidak sangat kurus.

4. Hewan milik sendiri (bukan milik orang lain)

5.Penyembelihan hewan korban sesuai ajaran Islam waktunya tanggal 10-13 Dzuhijah dan penyembelihannya menurut syari'at Islam.

Korban pada waktu wabab Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pelaksanan Penyembelihan harus sesuai aturan Pemerintah dalam mengatasi Wabah PMK.

Lanjut Ketua LDK PDM Kota Blitar menjelaskan bahwa PMK disebabkan oleh virus dari Family Picornaviridae , Genus Apthovirus maka juga dinamai Apthae Epizootica (AE) , dan juga Foot and Mouth Disease (FMD). Hewan yang peka : sapi, kambing, domba, rusa, babi dan beberapa jenis liar : bison , jerapah , gajah. Cara Penularan dengan cara : inhalasi (udara/pernafasan, perkawinan , kontak/bersentuhan  (manusia dan hewan lainnya). Masa inkubasi 

10-14 hari,  mortalitas (angka kematian) hewan dewasa rendah tetapi untuk hewan muda bisa mencapai 50%. Gejala Penyakit Mulut dan Kuku adalah demam tinggi (39-41' C), napas, air liur berlebihan dan berbusa, tidak mau makan, luka lepuh pada lidah dan mukosa rongga mulut, luka pada kaki di akhiri lepas kuku sapi, sulit berdiri (gementar). 

Ustadz yang juga berprofesi sebagai dokter hewan ini menambahkan bila kita melihat gejala tersebut diatas pada hewan ( untuk korban dan hewan lainnya) harus segera melapor Kota Blitar kepada Posko siaga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kontak pelaporan ibu drh Emi Nafisah nomor 0812 3317 542. Untuk wilayah Kabupaten Blitar kawan kece dengan nomor 085 257 200 900. Untuk segera dilakukan penanganan khusus

Penyakit Mulut dan Kuku bukan penyakit zoonosis atau tidak ditularkan ke manusia maka daging dan susu aman dikomsumsi.

Cara Penanganan Daging 

Daging tidak boleh di cuci, dimasak 70'C selama 30 menit PMK akan mati atau setelah disembelih secara alamiah proses rigor mortis yang mengakibatkan pH dibawa 5,9  PMK akan mati.

Sumsum tulang, tulang, kepala, limpoglandula dan jeroan direbus dengan air mendidih selama 30 menit. Jika ingin disimpan di freezer/dibekukan

Daging tidak boleh dicuci ,harus direbus dahulu ( atau ungkep) baru di bekukan. Jika ingin menyimpan daging mentah dalam bentuk beku maka sebelumnya dimasukkan dalam pendingin selama 24 jam baru dimasukkan ke dalam freezer.

Kuliah subuh di masjid At Taqwa Muhammadiyah diakhiri dengan menyampaikan Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Korban saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

1. Sah

Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinik kategori ringan seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan, keluar air liur lebih dari biasanya hukumnya sah dijadikan hewan korban

2.Tidak sah

Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis berat seperti lepuh pada kuku sampai terlepas, pincang, tidak bisa berjalan dan menyebabkan sangat kurus  hukumnya tidak sah dijadikan hewan korban

3.Sedekah

Hewan yang terjangkit PMK gejala klinis kategori berat, sapi sembuh dari PMK setelah rentan waktu yang diperbolehkan berkorban( 10-13 Dzuhijah ) maka hewan  disembelih, hewan tersebut dianggap sedekah, hewan ini tidak bisa dijadikan hewan korban. (Sri Widodo)

editor: Arifin.

Lensa_ldkpwmjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.