BUSRO MUQODDAS DI PDM BANYUWANGI, INI PESANNYA.

Lensadakwah.com - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi mempunyai dua agenda penting yang dilaksanakan di Panti Asuhan Budi Mulya dan kantor PDM kabupaten Banyuwangi, Sabtu (30/7/2022).

Adapun dua agenda penting itu adalah Gebyar Santri Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi yang digelar di Panti Asuhan Budi Mulya, pukul 08.00 - 09.30 (upacara pembukaan). Dirangkai dengan lomba pidato, puisi, dan Tartil Al-Qur'an pukul 10.00 - selesai. 

Foto bersama peserta dialog khusus di kantor PDM kabupaten Banyuwangi

Agenda kedua adalah dialog khusus dengan Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (MHH PP) Muhammadiyah Dr H Busro Muqoddas MHum bertempat di Kantor Pimpinan Daerah (PDM) Lantai 3 Masjid Ahmad Dahlan Banyuwangi pukul 10.00 - 11.30.

Suatu kehormatan bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi, karena satu pekan sebelumnya (23/7/2022)  juga kedatangan tamu dari  Lembaga Seni Buda dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Rencana pemutaran Film Perjuangan Muhammadiyah).


PDM kabupaten Banyuwangi bersama LHKP, LBHMU mengundang beberapa peserta dalam acara dialog khusus dengan MHH PP Muhammadiyah, adalah sebagai berikut:
1. Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
2. Anggota Pimpinan Daerah Aisyiyah
3. LHKP PDM
4. LBHMU PDM
5. PDPM 5 orang
6. PDNA 5 orang
7. Kwarda HW 5 orang
8. PD IMM 5 orang
9. pimda TSPM 5 orang
10. PD IMM 5 orang
11. PCM dan PCA Kota
12. Ta'mir Masjid Ahmad Dahlan.

Sambutan Dr KH Busro Muqoddas MHum

- Muhammadiyah harus menghimpun pemikiran-pemikiran yang menyangkut peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat, tanpa memandang golongan dan berasal dari organisasi masyarakat mana saja.

- Warga Muhammadiyah terkadang tidak kaffah dalam mendalami organisasi Muhammadiyah itu sendiri, sehingga tidak sedikit warga Muhammadiyah yang terombang-ambing di dunia politik yang menjadikannya cenderung dimanfaatkan pihak sebelah.

- Tugas dari Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhamadiyah adalah melakukan riset, melakukan kajian-kajian, gerakan tajdid (pembaharuan), dalam menarik kesimpulan dengan menggunakan data dan fakta.

- Pendekatan ke masyarakat bawah hendaknya dilakukan dengan lemah lembut, namun tegas dalam mengambil langkah hukum, tidak dengan egoisme semata.

- LBHMU Pimpinan Muhammadiyah terbatas sumber daya manusianya, maka mengangkat LBHMU di daerah- daerah, agar supaya jika ada masalah bisa diselesaikan dulu dan tidak harus ke Pimpinan Pusat.

- Muhammadiyah harus menghimpun data dengan valid, tidak kaku dengan organisasi lain, karena Muhammadiyah membutuhkan ormas lain.

- Muhammadiyah harus melakukan setiap amalan الخاص مخلصين له الدين dengan keberanian yang terukur


lensa_ldkpwmjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.