CARA SAMBUT IDUL ADHA

Lensadakwah.com - Kajian Rutin Rabu ba'da Shubuh yang diasuh oleh ustad Nurcholis Huda di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, 6 Juli 2022 mengambil tema Menyambut Idul Adha.


Ust. Nurcholis Huda

Muhammadiyah melaksanakan Shalat Idul Adha 1443 H. Tepat pada hari Sabtu, 9 Juli 2022 H.

Muhammadiyah selama ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Maka Muhammadiyah menentukan 10 Dhulhijjah atau Idul Adha 1443 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Hal ini sebagaimana termaktup dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah.

Pelaksanaan Puasa Arafah 1443 H, jatuh pada 9 Dzulhijjah sehari sebelum Idul Adha dilaksanakan. Di tahun 2022 ini jatuh pada hari Jumat,  tanggal 8 Juli 2022.

Rasulullah saw bersabda, "Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang". (HR Muslim). 

Mayoritas ulama berpendapat, bahwa dosa-dosa yang dihapus Allah SWT adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3 (h. 113).

Dalam pantauan lensadakwah.com dalam kajian tersebut ada beberapa ayat yang dijelaskan diantaranya ayat yang artinya:

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah. QS. Al Baqarah: 196.


Ayat lainnya yang sempat dikupas oleh ustad Nurcholis Huda terkait dengan perintah menyembelih hewan kurban. 

Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar. QS. Ash Shafat: 102.

1. Manusia bisa tersenyum hewan tidak. Senyum sebagai simbul persaudaraan. Oleh karena itu jangan terlalu mahal untuk tersenyum

2. Manusia punya rasa malu sedang hewan tidak. Malu bagian penting dari praktek hidup beragama.

Sekarang banyak orang yang tidak punya malu, coba lihat koruptor ketika ditangkat KPK masih senyum didepan kamera dengam tidak punya rasa malu.

3. Manusiavselalu berfikir sedang hewan sebaliknya. Inilah keunggulam manusia dibanding makhluk lainnya.

4. Manusia beragama sedangkan hewan tidak. Hewan tidak ada kewajiban untuk beribadah sedangkan manusia punya kewajiban untuk beribadah.

Penulis : Muchamad Arifin

Lensa_ldkpwmjatim







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.