FKPT JATIM CETAK TRAINER MODERASI BERAGAMA

Lensadakwah.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia selenggarakan kegiatan Training Of Trainer (TOT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama di Sekolah. Kamis, 28 Juli 2022.

Suaiful Rahman, Ak

Acara yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Gunung Sari Surabaya selama sehari penuh mulai pukul 08.00-17.00 tersebut diikuti oleh utusan guru dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA Se-Jawa Timur.

Kepada media Kabid Agama Sosial Budaya FKPT Jatim  Muchamad Arifin menyampaikan bahwa salah satu tujuan digelarnya acara TOT dalam rangka trainer moderasi beragama dilingkungan sekolah.

Dalam acara pembukaan sambutan Direktur Pencegahan BNPT RI Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid dibacakan oleh Syaiful Rahman, Ak selaku koordinator keuangan BNPT RI.

Dalam sambutannya Direktur Pencegahan menyampaikan Suatu kebahagian yang luar biasa bagi kami untuk senantiasa merekatkan silaturahmi dan berkumpul bersama dengan  Para Para Guru dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD, TK/RA, SD/MI. SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK Se-Jawa Timur dalam rangka penguatan ‘’Training Of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama di Sekolah dan Lomba “Pembuatan Bahan Ajar Berupa Video Pendek Sosiodrama Moderasi Beragama”  

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk membekali pemahaman pencegahan terorisme kepada para guru melalui penguatan moderasi beragama di sekolah dan sekaligus sebagai upaya untuk menggerakkan para guru bersama-sama membuat bahan ajar berupa video pembelajaran tentang moderasi beragama.  

Hadirin dan Peserta Kegiatan yang kami banggakan

Terorisme adalah ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia yang kita cintai. Perlu untuk kita ketahui semua, bahwa dalam prosesnya ada yang patut digarisbawahi dari berbagai peristiwa tindak pidana terorisme yang terjadi, yaitu kelompok pelaku terorisme tinggal di tengah masyarakat, membaur dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan bukan tidak mungkin ada di tengah-tengah lembaga pendidikan kita. Hal ini menuntut kita untuk selalu mengedepankan kewaspadaan, tidak hanya untuk alasan keselamatan, melainkan juga mencegah tersebarluaskannya paham radikal terorisme tersebut.


Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebagai lembaga negara yang mendapatkan mandat melaksanakan penanggulangan terorisme dengan mengkoordinasikan seluruh kementerian dan Lembaga yang terus berupaya menekan kejahatan luar biasa tersebut, tidak hanya melalui penindakan secara tegas, namun juga menjalankan program-progran bersifat soft approach atau penanganan secara lunak.  Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah salah satu bentuk bagaimana terorisme ditanggulangi secara lunak dengan melibatkan berbagai komponen bangsa, khususnya melalui partisipasi aktif stakeholder pendidikan.

Hadirin dan Peserta Kegiatan yang kami banggakan

Undang-undang Nomor Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sudah secara resmi disahkan. Kenapa dibutuhkan aturan perundang-undangan baru dalam penanggulangan terorisme? Ini tak lepas dari kenyataan bahwa terorisme di Indonesia masih ada dan bahkan penyebaran pahamnya terus berkembang di masyarakat. Maka, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk di dalamnya adalah para tenaga pendidik baik itu kepala sekolah dan lebih lagi para guru yang langsung berhadapan dengan peserta didik di kelas, agar terorisme bisa diatasi hingga ke akar-akarnya, dalam hal ini dengan pendekatan implementasi moderasi beragama.

Payung hukum dalam penanggulangan terorisme juga dibutuhkan mengingat dalam aksinya pelaku telah mengadopsi cara-cara yang dilakukan oleh jaringan ISIS dan kelompok pelaku terorisme internasional lainnya. Kasus peledakan bom di Mapolrestabes Surabaya pada tahun 2018 misalnya, batas-batas kemanusiaan sudah sedemikian dilanggar ketika anak-anak yang tidak berdosa dilibatkan dalam aksi bom bunuh diri. 

Hadirin dan Peserta Kegiatan yang kami banggakan

Kami mendorong Para Guru dari berbagai tingkatan pendidikan untuk semakin mengembangkan strategi pembelajaran dengan memasukkan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, semangat kebangsaan, saling menghormati, menghargai keragaman atau kebhinekaan, dan lain sebagainya dalam membuat sebuah bahan ajar berupa video pembelajaran moderasi beragama. Untuk itulah, BNPT telah bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk dijadikan pemateri dalam kegiatan ini. Diantaranya dari Kementerian Agama, Akademisi, Praktisi dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia. 

Hadirin dan Peserta Kegiatan yang kami banggakan

Kami percaya pendekatan lunak adalah pilihan tepat untuk langkah pencegahan terorisme. Karena terorisme bisa terjadi di mana pun dan kapan pun secara tak terduga. Dan para pelaku juga merupakan bagian dari masyarakat yang setiap saat dapat menghantui di lingkungan sekitar kita. 

Akhirnya, kami ucapkan selamat mengikuti  Training Of Trainer (TOT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama di Sekolah.  Kami berharap semoga Bapak /Ibu Guru yang hadir pada pagi hari ini dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BNPT dan bekerja sama dengan FKPT Provinsi Jawa Timur dengan menjadi peserta lomba tersebut sekaligus mengajak para guru yang lainnya untuk bersama-sama mengikuti lomba ini.

Lomba ini kita dedikasikan untuk semakin berkembangnya Moderasi Beragama yang dipelopori oleh para Bapak Ibu Guru dari Sekolah dari tingkat Paud sampai tingkat SMA sederajat. 

Demikian yang dapat kami sampaikan, seraya berdoa, semoga Tuhan Yang Maha Esa, meridhoi setiap gerak langkah kita dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara yang kita cintai.

Selesainya dibacakannya sambutan Direktur Pencegahan tersebut, maka acara dilanjutkan ditutup dan mengikuti acara selanjutnya, yaitu Training Of Trainer (TOT) Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama yang di moderatori oleh Kabid Agama Sosial dan Budaya Muchamad Arifin.


Sumber : Arena TOT Guru Pelopor Moderasi Beragama FKPT Jatim.

Editor    : Muchamad Arifin


lensa_fkptjatim

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.